Dampak Minim Infrastruktur, Ratusan Hektare Cetak Sawah di Tabalong Belum Optimal

Sekitar 204 hektare lahan cetak sawah di Tabalong tidak dapat optimal difungsikan akibat keterbatasan infrastruktur pendukung, terutama jaringan irigasi dan jalan usaha tani.

Nov 17, 2025 - 21:37
Nov 17, 2025 - 21:38
Dampak Minim Infrastruktur, Ratusan Hektare Cetak Sawah di Tabalong Belum Optimal
Sekitar 204 hektare lahan cetak sawah di Tabalong tidak dapat optimal difungsikan akibat keterbatasan infrastruktur pendukung, terutama jaringan irigasi dan jalan usaha tani. Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, TANJUNG - Sekitar 204 hektare lahan cetak sawah di Tabalong tidak dapat optimal difungsikan akibat keterbatasan infrastruktur pendukung, terutama jaringan irigasi dan jalan usaha tani.

Adapun 204 hektare lahan tersebut merupakan bagian dari program cetak sawah periode 2016–2017 seluas total 473 hektare.

“Potensi lahan cetak sawah memang cukup besar, tetapi harus didukung infrastruktur memadai mulai dari pengairan hingga jalan usaha tani,” cetus Kabid Prasarana Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPPTPH) Tabalong, Rahmani, dikutip dari Antara, Senin (17/11/2025).

Situasi tersebut seharusnya menjadi perhatian, lantaran lahan baku sawah di Tabalong menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. 

Data DKPPTPH memperlihatkan luasan sawah menurun dari 9.964 hektare hingga akhir 2019 menjadi 9.138 hektare dalam rentang 2023 dan 2024.

Penyebabnya antara lain alih fungsi lahan untuk permukiman dan kegiatan nonpertanian, serta lahan yang terbengkalai karena kerap tergenang.

"Sebenarnya masyarakat, kelompok tani, dan penyuluh pertanian lapangan banyak mengajukan usulan cetak sawah baru melalui musrenbang," jelas Rahmani. 

"Namun setiap usulan perlu melalui survei dan verifikasi ketat, mulai dari status kepemilikan lahan, kesesuaian lahan, keselarasan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), hingga komitmen pengusul," imbuhnya.

Dalam tahun anggaran 2025, Pemkab Tabalong hanya mengusulkan 755 hektare cetak sawah rakyat yang tersebar di 19 desa dan 7 kecamatan.

Berdasarkan hasil Survei Investigasi Desain (SID), pengadaan konstruksi tahap pertama telah diproses untuk 280,3 hektare lahan masing-masing di Muara Uya 45,47 hektare, Upau 171,8 hektare, dan Tanjung 63 hektare.

Sedangkan tahap kedua mencakup 253,9 hektare yang tersebar di Tanjung 90,46 hektare, Kelua 110,87 hektare dan Banua Lawas 52,6 hektare.

"Salah satu lokasi cetak sawah rakyat di Desa Masingai I, Kecamatan Upau, telah melakukan tanam perdana melalui Kelompok Tani Sinar Lestari seluas 12,3 hektare," tutup Rahmani.