Debut Sutradara Iko Uwais, Film Timur Tuai Respons Positif di Special Screening Nasional

Menjelang penayangan resmi, film Timur yang merupakan produksi perdana Uwais Pictures menggelar rangkaian special screening di 17 kota di Indonesia.

Dec 14, 2025 - 17:09
Dec 14, 2025 - 17:12
Debut Sutradara Iko Uwais, Film Timur Tuai Respons Positif di Special Screening Nasional
Pelaksanaan press conference film Timur yang diproduksi Uwais Pictures, sekaligus debut aktor Iko Uwais sebagai sutradara. Foto: Media Indonesia

KABARKALSEL.COM, JAKARTA - Menjelang penayangan resmi, film Timur yang merupakan produksi perdana Uwais Pictures menggelar rangkaian special screening di 17 kota. 

Adapun special screening film yang sekaligus debut penyutradaraan aktor Iko Uwais itu berlangsung di Jakarta, Bandung, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Kupang, Lampung, Padang, Pekanbaru, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Ambon, Jayapura, Madiun, dan Medan. 

Melalui special screening, penonton mendapat kesempatan menyaksikan lebih awal film Timur, sekaligus merasakan pengalaman sinematik yang mengedepankan aksi emosional dan nilai persaudaraan.

Tidak hanya pemutaran film, special sreening juga dihadiri sejumlah pemeran dan kru yang menyapa langsung penonton. 

“Saya sangat bersyukur melihat sambutan hangat penonton terhadap film Timur," ungkap Nagita Slavina selaku Executive Producer dikutip dari siniar Uwais Pictures.

"Sejak awal bergabung, saya merasa film Timur memiliki nilai keluarga dan persaudaraan yang kuat. Ini menjadi sesuatu yang penting untuk dihadirkan di layar lebar,” imbuhnya.

Antusiasme serupa dirasakan oleh para pemain. Aufa Assagaf mengaku terharu melihat besarnya minat penonton dari berbagai kota.

“Kami terharu melihat antusiasme penonton dari berbagai kota. Respons yang luar biasa ini menjadi bukti bahwa perjuangan selama proses produksi terbayar,” ungkap Aufa.

Didukung oleh BNI, film Timur dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop mulai 18 Desember 2025. Tiket penayangan hari pertama telah tersedia melalui aplikasi MTIX, TIX ID, CGV, dan Cinepolis.

Film Timur sendiri terinspirasi dari kisah nyata Operasi Mapenduma yang dilakukan Kopassus dan dipimpin Prabowo Subianto. Pun sosok Prabowo Subianto juga ditampilkan, tetapi tidak secara langsung.

Diketahui Operasi Mapenduma dimulai 8 Januari 1996, setelah Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyandera 26 anggota misi penelitian World Wildlife Fund di Mapenduma, Jayawijaya, Irian Jaya (sekarang Nduga di Papua Pegunungan). 

Penyanderaan selama empat bulan itu mendapat sorotan internasional, terutama karena melibatkan warga negara asing. 4 orang berasal dari Inggris, 2 orang asal Belanda, dan 1 orang dari Jerman.