Diduga Terjatuh dari Kapal, ABK Asal Samarinda Hilang di Sungai Barito Batola

Seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Nursahid (27) dilaporkan hilang, setelah diduga terjatuh dari TB Harlina 105 di Sungai Barito, Barito Kuala (Batola), Selasa (26/8).

Aug 27, 2025 - 07:32
Aug 29, 2025 - 18:21
Diduga Terjatuh dari Kapal, ABK Asal Samarinda Hilang di Sungai Barito Batola
Basarnas Banjarmasin masih mencari ABK yang diduga jatuh dari tug boat dan tenggelam di Sungai Barito, Rabu (27/08/2025). Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Seorang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Nursahid (27) dilaporkan hilang, setelah diduga terjatuh dari TB Harlina 105 di Sungai Barito, Barito Kuala (Batola), Selasa (26/08/2025).

Korban merupakan 2nd officer TB Harlina 105 yang menarik BG Soekawati 357. Tug boat tanpa muatan ini berangkat dari tambatan di Pulau Kembang, Kecamatan Tamban, Batola, Senin (25/08/2025), sekitar pukul 20.50 Wita.

Direncanakan tug boat dan tongkang menuju Bintang Ninggi di Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Kemudian sekitar pukul 00.30 Wita di perairan Kecamatan Alalak, korban yang beralamat di warga Jalan Pelabuhan, Samarinda, Kalimantan Timur, tidak ditemukan di atas kapal.

Seluruh kru sempat melakukan pencarian internal di setiap sudut, tetapi korban tetap tidak ditemukan. Selanjutnya peristiwa ini dilaporkan ke Basarnas Banjarmasin sekitar pukul 14.05 Wita.

Kemudian SAR gabungan langsung menuju lokasi kejadian di titik koordinat 3°11'39.27"S-114°34'13.12"E. Operasi penyisiran pun dilakukan dengan area seluas 1 nautical mile menggunakan metode sektor pencarian titik koordinat yang telah ditentukan.

"Kami akan mengoptimalkan seluruh potensi SAR dalam upaya menemukan korban," jelas Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, dikutip dari Antara.

Selain mengerahkan sumber daya yang tersedia, Basarnas Banjarmasin juga berkoordinasi dengan Rescue KPP Banjarmasin, Sat Polairud Polres Batola, KSOP Banjarmasin dan PT Berkah Rizky Anugrah Mulia.

Operasi SAR ini akan terus dilakukan sesuai standar operasional dengan harapan korban segera ditemukan, "Semoga korban segera ditemukan dan dalam kondisi selamat," harap Sudayana.