Dinkes Kalsel Gelar Operasi Katarak Gratis, Jangkau 77 Warga Kurang Mampu

Pemprov Kalimantan Selatan terus memperluas jangkauan layanan kesehatan inklusif melalui program Pelayanan Kesehatan Khusus 2025.

Oct 8, 2025 - 21:37
Oct 11, 2025 - 02:38
Dinkes Kalsel Gelar Operasi Katarak Gratis, Jangkau 77 Warga Kurang Mampu
Pelaksanaan operasi katarak yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kalsel di RSUD Damanhuri Barabai, Rabu (8/10/2025). Foto: MC Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Pemprov Kalimantan Selatan terus memperluas jangkauan layanan kesehatan inklusif melalui program Pelayanan Kesehatan Khusus 2025. 

Salah satu sasaran program adalah membantu masyarakat lanjut usia penderita katarak atau gangguan penglihatan yang masih banyak dijumpai di berbagai daerah.

Melalui Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel berhasil memulihkan penglihatan 77 mata warga kurang mampu di Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Selatan.

“Ini bukan sekadar layanan kesehatan, tetapi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat rentan," ungkap Kepala Dinkes Kalsel dr Diauddin, melalui Kabid Pelayanan Kesehatan dr Arlan, Rabu (08/10/2025).

"Dengan penglihatan yang pulih, kami berharap mereka bisa kembali menjalani kehidupan yang lebih mandiri,” sambungnya ketika meninjau kegiatan di RSUD Damanhuri Barabai, Rabu (8/10/2025).

Sebanyak 25 warga HST berhasil dijangkau dalam operasi di RSUD Damanhuri. Kemudian RSUD Pambalah Batung Amuntai, warga yang dioperasi berjumlah 27 orang.

"Sisanya sebanyak 25 orang, telah dioperasi di RSUD Brigjend H Hasan Basri Kandangan," tambah Netty Hartati, Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes Kalsel.

Adapun program tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh stakeholder terkait, termasuk para dokter spesialis mata. Sedangkan penjaringan pasien dilakukan melalui puskesmas dengan prioritas warga yang kesulitan membayar biaya operasi.

“Kami ingin memastikan tidak seorang pun masyarakat Kalsel yang harus hidup dalam kegelapan akibat katarak, hanya karena tidak mampu membayar operasi,” tegas Netty.