Harga Cabai Hiyung Kembali Naik, Petani di Tapin Mulai Bernapas Lega
Setelah sempat anjlok hingga Rp14 ribu per kilogram, harga cabai hiyung yang menjadi ciri khas Tapin mulai menunjukkan tren positif.
KABARKALSEL.COM, RANTAU - Setelah sempat anjlok hingga Rp14 ribu per kilogram, harga cabai hiyung yang menjadi ciri khas Tapin mulai menunjukkan tren positif.
Sekarang tercatat harga di tingkat petani kembali merangkak naik menjadi kisaran Rp20 ribu hingga Rp23 ribu per kilogram.
“Ketika harga jatuh, banyak petani mengurangi perawatan lantaran biaya tidak sebanding dengan hasil," papar Ketua Kelompok Tani Karya Baru, Junaidi, dikutip dari Antara, Minggu (09/11/2025).
"Terkadang hasil panen dibagi dua saja dengan tukang panen tanpa upah tunai,” sambungnya.
Terpantau dari aplikasi panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kamis (06/11/2025), penurunan harga per kilogram cabai terjadi kepada semua varietas.
Tercatat harga cabai merah keriting turun 7,47 persen menjadi Rp48.532. Sedangkan cabai merah besar turun 6,72 persen menjadi Rp45.850. Adapun cabai rawit merah turun 2,32 persen menjadi Rp36.442.
Penurunan harga membuat petani menekan biaya produksi, termasuk mengurangi frekuensi penyemprotan dan pemupukan. Keputusan ini akhirnya berdampak kepada penurunan produktivitas tanaman.
“Biasanya kami semprot seminggu sekali, tapi menjadi hanya dua minggu sekali ketika harga turun. Dampak memang tidak langsung, tapi hasil panen pasti berkurang,” jelas Junaidi.
"Makanya kami berharap harga dapat stabil sekitar Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per kilogram, agar petani bisa bernapas lega,” sambungnya.
Hiyung sendiri dikenal sebagai varietas cabai khas Tapin yang memiliki tingkat kepedasan tinggi dan menjadi salah satu komoditas unggulan.