Jalan Diputus Banjir Rob, Pelajar di Banua Anyar Batola Tetap Semangat Sekolah

Meski jalan menuju sekolah kembali diputus banjir rob, semangat para pelajar dari Desa Banua Anyar maupun Bahalayung di Kecamatan Bakumpai, Barito Kuala (Batola), tidak terlihat surut.

Nov 13, 2025 - 15:19
Nov 13, 2025 - 18:27
Jalan Diputus Banjir Rob, Pelajar di Banua Anyar Batola Tetap Semangat Sekolah
Sejumlah pelajar berjalan kaki melewati jalan yang diputus banjir rob di Desa Bahalayung, Rabu (12/11/2025). Foto: Kabar Kalsel

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Meski jalan menuju sekolah kembali diputus banjir rob, semangat para pelajar dari Desa Banua Anyar maupun Bahalayung di Kecamatan Bakumpai, Barito Kuala (Batola), tidak terlihat surut.

Setidaknya dalam dua hari terakhir, salah satu ruas jalan sepanjang sekitar 30 meter yang menghubungkan Bahalayung dan Banua Anyar direndam air.

Penyebabnya adalah banjir rob yang memicu peningkatan permukaan Sungai Barito. Ditambah intensitas hujan yang cukup tinggi, jalan pun tergenang hingga mencapai lutut orang dewasa.

Meski demikian, para pelajar SMP maupun SMA dari kedua desa tersebut tidak berpikir untuk meliburkan diri. Mereka tetap berangkat ke sekolah menggunakan sepeda maupun sepeda motor.

Diketahui baik SMP Negeri 2 Marabahan maupun SMA Negeri 1 Bakumpai, sama-sama berlokasi di Kelurahan Lepasan. Khusus pelajar dari Desa Banua Anyar, mereka setidaknya menempuh jarak sekitar 5 kilometer.

"Sudah sekitar dua hari air di jalan bertambah dalam. Ini sebenarnya bukan kejadian pertama, karena tahun tadi juga terjadi," papar salah seorang murid SMA Negeri 1 Bakumpai, Ulfa Lutfia, kepada kabarkalsel.com, Rabu (12/11/2025).

Lutfia sendiri tidak berani melintasi jalan yang tergenang menggunakan sepeda motor. Untungnya beberapa orang tua murid lain bersiaga di lokasi banjir. Tanpa perlu diminta, mereka yang membantu membawakan motor melintasi banjir.

"Kemarin saya mencoba sendiri, tetapi ternyata mogok di tengah banjir. Kami hanya berharap mudahan jalan selekasnya diperbaiki," sambung murid kelas X itu.

Sementara salah seorang orang tua murid SMP Negeri 2 Marabahan, Mariadi, juga berharap pemerintah segera menangani ruas jalan yang tergenang. 

Terlebih jalan yang berlokasi di Bahalayung itu merupakan satu-satunya akses ke Banua Anyar maupun sebaliknya. Ironisnya lokasi kerusakan berjarak tidak sampai 4 kilometer dari ibu kota kabupaten di Marabahan.

"Kasihan melihat anak-anak yang berangkat ke sekolah. Terlebih sudah beberapa anak terjatuh, sehingga batal berangkat ke sekolah. Sebenarnya tidak cuma murid, para guru SDN Banua Anyar juga melewati jalan yang sama," ungkap Mariadi.

Air setinggi lutut orang dewasa membuat sejumlah sepeda motor milik pelajar mogok dan terpaksa dituntun. Foto: Kabar Kalsel

"Kalau air sungai pasang, sudah dipastikan jalan yang beberapa meter itu juga tergenang. Apalagi sekarang hujan hampir setiap hari," tambahnya.

Banua Anyar sendiri merupakan salah satu desa terujung di Batola. Berpenduduk 1.173 jiwa (Data Agregat Kependudukan 2024), Banua Anyar berbatasan langsung dengan Desa Kaladan, Kecamatan Candi Laras Utara, Tapin.

Seandainya ditarik garis lurus, jarak perbatasan Banua Anyar dengan Jalan Marabahan-Margasari hanya sekitar 1,69 kilometer.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Batola, Akhdiat Sabari, dalam kesempatan terpisah menjelaskan peningkatan jalan di desa-desa pesisir sungai itu termuat dalam paket Peningkatan Jalan Lepasan-Banua Anyar.

Direncanakan sepanjang 500 meter, proyek tersebut bermula dari titik akhir pekerjaan tahun anggaran 2024.

"Bahkan paket pekerjaan sudah berkontrak 16 Oktober 2025 lalu dengan sumber dana APBD 2025," beber Akhdiat, Kamis (13/11/2025).

Dampak Supermoon

Batola sendiri sudah dipetakan sebagai kawasan rawan terdampak bencana hidrometeorologi yang mengiringi musim hujan di Kalimantan Selatan. Adapun puncak musim hujan diprakirakan terjadi bertahap mulai November 2025 hingga Februari 2026.

"Batola telah telah diidentifikasi memiliki potensi tinggi terdampak banjir akibat intensitas hujan bersama Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Tengah (HST)," jelas Gusti Yanuar Noor Rifai, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel.

“Masyarakat yang berada di tiga kabupaten tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan, karena curah hujan diprediksi cukup tinggi,” tegasnya.

Selain ancaman banjir akibat curah hujan, wilayah pesisir Kalsel juga diingatkan bersiaga menghadapi banjir rob. Wilayah ini meliputi Banjarmasin, Batola, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Banjar, dan Kotabaru.

Kemudian fenomena supermoon diperkirakan akan memperbesar peluang kenaikan muka air laut, sehingga memicu peningkatan banjir rob di enam wilayah tersebut.

Bahkan diprakirakan terjadi tiga periode banjir rob sepanjang November 2025. Fase pertama dimulai 1 hingga 10 November dengan ketinggian rob berkisar antara 2,5 hingga 3,0 mdpl. 

Kemudian fase kedua dalam rentang 11 hingga 16 November dengan ketinggian puncak 3,0 mdpl. Adapun fase ketiga terjadi 21 hingga 30 November yang diprediksi dengan pola dua kali pasang setiap malam dan dini hari.

“Pusdalops bersama BMKG terus memonitor curah hujan di HSS, HST dan Batola. Kami sudah berkoordinasi agar selalu siaga, karena supermoon membuat rob di beberapa daerah meningkat,” tutup Yanuar.