Jamin Kenyamanan Jemaah Sekumpul, Gubernur Kalsel Cek Rest Area dan Posko
Demi kenyamanan jemaah Momen 5 Rajab atau haul ke-21 KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul), Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin mengecek langsung rest area maupun posko pelayanan.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Demi kenyamanan jemaah Momen 5 Rajab atau haul ke-21 KH Muhammad Zaini Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul), Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin mengecek langsung rest area maupun posko pelayanan.
Bersama Ketua TP PKK Hj Fathul Jannah, Muhidin mengawali dengan mengecek rest area di Halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel di Jalan Ahmad Yani Kilometer 6, Sabtu (27/12/2025).
“Ini merupakan pengecekan kesiapan akhir. Semua fasilitas disiapkan untuk masyarakat yang lelah setelah perjalanan panjang,” ungkap Muhidin.
“Pemprov Kalsel menyiapkan makanan gratis dan tempat beristirahat. Pun kalau terjebak kemacetan, jemaah tidak perlu memaksakan diri. Silakan berhenti dan beristirahat di posko-posko yang disediakan,” tambahnya.
Berikutnya pengecekan berlanjut ke Posko 6 Pemprov Kalsel yang berlokasi di Museum Lambung Mangkurat, tepatnya Jalan Ahmad Yani Km 36.
Berbeda dengan posko lain, Posko 6 merupakan hasil kolaborasi Pemprov Kalsel melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Biro Ekonomi, Biro Pemerintahan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kesbangpol dan Satpol PP dengan Polda Kalsel.
Gubernur H Muhidin bersama Ketua TP PKK Hj Fathul Jannah juga menyaksikan kesibukan para relawan di dapur umum Posko Dishut. Foto: MC Kalsel
Tersedia dapur umum dan dapur lapangan, air minum siap konsumsi, tempat mandi dan toilet, hingga area ibadah. Posko 6 mampu menampung sekitar 2.000 jemaah untuk beribadah, selain 3.000 porsi makanan yang siap dibagikan selama puncak kegiatan.
Selain di Museum Lambung Mangkurat, Muhidin juga mengecek toilet portable bantuan pemerintah pusat yang ditempatkan di Posko Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan.
Toilet tersebut dilengkapi fasilitas pendingin udara dan dapat digunakan oleh siapa pun tanpa terkecuali. Khusus toilet laki-laki, tersedia dua bilik buang air besar dan dua urinoir. Sedangkan toilet perempuan tersedia empat bilik.
Posko Fajar Harapan sendiri terhubung dengan Posko Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera, karena sama-sama dibawahi Dinas Sosial Kalsel.
Selain toilet umum, Posko Fajar Harapan menampung sekitar 1.500 hingga 2.000 jemaah, serta menyediakan 7.000 hingga 8.000 porsi makanan, belum termasuk makanan ringan dan mi instan untuk jemaah.
Terakhir Muhidin mengecek Posko Dinas Kehutanan Kalsel. Berlokasi di Jalan Ahmad Yani Kilometer 36, posko ini dilengkapi layar monitor raksasa untuk menyaksikan prosesi haul.
Tidak hanya meninjau fasilitas, Muhidin dan Fathul Jannah juga mencicipi langsung sajian yang disiapkan secara swadaya oleh para pegawai.
Melalui layar monitor CCTV, Gubernur H Muhidin melihat langsung kondisi lalu lintas di Martapura, Banjarbaru dan Banjarmasin. Foto: MC Kalsel
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, jumlah jemaah yang melaksanakan salat di Posko Dishut mencapai sekitar 3.000 orang. Sedangkan total pengunjung hingga 10.000 orang, termasuk jemaah yang singgah beristirahat dan menikmati hidangan.
Pengecekan masih berlanjut beberapa jam sebelum haul, Minggu (28/12/2025). Muhidin dan Fathul Jannah menyambangi Posko V di Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel.
Selain ditangani Disbunnak Kalsel, Posko V juga didukung Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Brida, Biro Pengadaan Barang dan Jasa, dan RSJ Sambang Lihum.
Posko V juga merupakan pusat pemantauan arus lalu lintas melalui CCTV, baik kondisi di Martapura, Banjarbaru, hingga Banjarmasin.
“Alhamdulillah menjelang proses puncak, cuaca mendukung dan arus juga terpantau baik. Kami berharap masyarakat yang hadir dapat mematuhi peraturan sesuai kondisi di lapangan," beber Muhidin.
"Masyarakat yang berada di luar kawasan tidak memaksakan masuk setelah waktu isya, mengingat pemisahan penerapan sistem satu jalur lalu lintas menuju Hulu Sungai dan Banjarmasin," tutupnya.