Jangan Terlewat Jadwal Timnas Indonesia Kontra Irak, Partai Hidup Mati Garuda
Setelah kekecewaan dikalahkan Arab Saudi, Timnas Indonesia harus memindahkan fokus ke matchday kedua grup B putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Irak, Minggu (12/10/2025).
KABARKALSEL.COM, JEDDAH - Setelah kekecewaan dikalahkan Arab Saudi, Timnas Indonesia harus memindahkan fokus ke matchday kedua grup B putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Irak, Minggu (12/10/2025).
Masih berlangsung di King Abdullah Sports City, pertandingan hidup mati untuk Timnas Indonesia tersebut dimulai pukul 03.30 Wita.
Beban Timnas Indonesia di matchday terakhir terbilang berat. Setelah kalah 2-3 dari Arab Saudi, Kamis (09/10/2025) dini hari, Garuda wajib menghantam Irak untuk menghidupkan peluang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Pun seandainya Indonesia mampu menang, tiket ke babak selanjutnya masih bergantung kepada hasil Irak versus Arab Saudi di pertandingan terakhir.
Ironisnya rekor catatan pertemuan tak memihak Timnas Indonesia. Dalam 9 pertemuan melawan Irak sejak 18 Januari 1968, Indonesia belum pernah menang atas juara Piala Asia 2007 ini.
Bahkan dalam tiga pertemuan terakhir, Indonesia selalu menelan kekalahan. Ini termasuk kekalahan 0-2 di putaran pertama kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Irak juga memasuki fase kualifikasi dengan harapan untuk mengakhiri penantian panjang kembali ke Piala Dunia. Diketahui Singa Mesopotamia baru tampil sekali di Piala Dunia 1986.
Sedikit kabar baik adalah Irak pernah dua kali dikalahkan Bahrain dengan skor 0-2, juga oleh Arab Saudi lewat skor 1-3. Padahal baik Bahrain maupun Arab Saudi pernah ditekuk Timnas Indonesia di kualifikasi putaran ketiga.
Artinya walau pernah dua kali mengalahkan Indonesia, Irak bukan lawan yang tak bisa dikalahkan. Kecuali Arab Saudi, Bahrain berperingkat dunia lebih rendah dibanding Irak.
Dikutip dari Antara, pelatih Graham Arnold sendiri membawa 28 pemain muda dan berpengalaman, termasuk Ali Jasim, Amir Al-Ammari, Ibrahim Bayesh, Youssef Amyn, dan Ahmed Yehia.
Arnold juga memanggil Mohammed Jawad sebagai pengganti Ali Al-Hamadi yang absen, setelah gagal dalam tes kebugaran di menit-menit akhir.
Berita Terkait:
Dua Penalti Kevin Diks Belum Cukup, Timnas Indonesia Takluk dari Arab Saudi
Timnas Indonesia Minus Marselino di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026
Adapun Timnas Indonesia dapat melakukan beberapa perubahan setelah kekalahan dari Arab Saudi. Terlebih banyak pihak menyebut pemilihan starting lineup disinyalir menjadi biang kekalahan 2-3 dari Arab Saudi.
Ole Romeny yang kembali dari cedera dan bermain selama 26 menit dalam pertandingan melawan Arab Saudi, kemungkinan akan menjadi starter.
Sedangkan Kevin Diks yang mencetak dua gol ke gawang Arab Saudi, tampaknya tetap berada di susunan pemain, sekaligus mematenkan formasi tiga bek bersama Jay Idzes dan Rizky Ridho atau Justin Hubner.
Namun terdapat kemungkinan Kevin Diks ditempatkan sebagai fullback kanan. Sedangkan di fullback kiri, Calvin Verdonk dapat diandalkan, seandainya sudah bugar sesuai cedera leher.
"Irak adalah lawan yang bagus. Dalam pertandingan sebelumnya, kami mendapat hasil negatif. Namun kami akan mencoba meraih hasil bagus dalam pertandingan selanjutnya," sahut pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, dikutip dari Disway.
"Kami melakukan evaluasi menyeluruh seusai kekalahan dari Arab Saudi. Kemudian kami menemukan pemain-pemain yang tepat untuk pertandingan melawan Irak," imbuhnya.
Sementara manajer Timnas Indonesia, Sumardji, mengakui sempat terjadi perdebatan internal dengan Patrick Kluivert ketika menentukan starting line up melawan Arab Saudi.
"Kami sebenarnya sudah banyak berdiskusi dengan ofisial kepelatihan, berkaitan dengan 11 pemain starter. Mulai dari alasan memilih Mark Klok dan Yakob Sayuri," jelas Sumardji dikutip dari BolaSport.
"Namun semua tergantung pelatih. Tentunya pelatih sudah mempersiapkan semuanya dari serangkaian ujicoba sebelumnya. Selanjutnya melawan Irak, kami sudah berdiskusi agar situasi menghadapi Arab Saudi tidak terulang lagi," tutupnya.