Jemaah Momen 5 Rajab Diimbau Hindari Jalur Jejangkit, Sejumlah Ruas Jalan Terendam Banjir

Jemaah Momen 5 Rajab di Sekumpul diimbau tidak melintasi Jejangkit, menyusul peningkatan debit air di sejumlah ruas jalan, khususnya di Kecamatan Sungai Tabuk, Sabtu (27/12/2025).

Dec 27, 2025 - 20:18
Dec 27, 2025 - 23:54
Jemaah Momen 5 Rajab Diimbau Hindari Jalur Jejangkit, Sejumlah Ruas Jalan Terendam Banjir
Kondisi jalan Desa Tajau Landung di Kecamatan Sungai Tabuk yang terdampak luapan sungai. Foto: Kabar Kalsel

KABARKALSEL COM, MARTAPURA – Jemaah Momen 5 Rajab di Sekumpul, Kecamatan Martapura, Banjar, diimbau tidak melintasi Kecamatan Jejangkit, Barito Kuala (Batola), menyusul peningkatan debit air di sejumlah ruas jalan yang akan dilalui, Sabtu (27/12/2025).

Khususnya Jalan Martapura Lama di Desa Sungai Rangas Ulu, Kecamatan Martapura Barat, hingga Jalan Kertak Baru, Desa Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, ketinggian air menyebabkan jalan tidak memungkinkan untuk dilintasi, khususnya pengendara sepeda motor.

Sebagai langkah antisipasi, otoritas terkait memutuskan pengalihan arus lalu lintas dari Simpang Empat Sungai Tabuk menuju Jalan Martapura Lama dialihkan ke Jalan Lingkar Utara/Karang Anyar melalui Jalan Gubernur Syarkawi. 

Dengan pengalihan tersebut, jalur Jejangkit tidak banyak digunakan dan seluruh arus jemaah dari arah Marabahan diarahkan langsung menuju Simpang Empat Handil Bakti.

Selanjutnya sekat pemilahan jemaah berdasarkan warna stiker juga diberlakukan di sejumlah titik. Mulai dari Simpang Empat Taruna Praja, Jalan Gotong Royong, dan di depan Mako Polsek Martapura. 

Langkah tersebut dilakukan untuk mengatur arus jemaah agar lebih tertib dan menghindari penumpukan kendaraan.

“Oleh karena jalur alternatif banjir, seluruh jemaah yang akan menuju Jejangkit diarahkan ke Simpang Empat Handil Bakti,” jelas Kapolres Batola AKBP Anib Bastian, melalui Kasatlantas AKP Andre Primaraharja Wirahmawan.

"Penutupan jalur ke Jejangkit bersifat tentatif. Apabila debit air sudah menurun, Jejangkit dapat difungsikan kembali sebagai jalur alternatif, baik keberangkatan maupun kepulangan jemaah,” tambahnya.

Kendati demikian, masih banyak jemaah yang memilih melintasi Jejangkit. Memang mayoritas jalan tidak tergenang, meski jalan di Desa Jejangkit Muara penuh lubang besar.

Lantas memasuki Desa Tajau Landung, Kecamatan Sungai Tabuk, beberapa ruas jalan terputus akibat luapan sungai. Titik terparah berada di Desa Keliling Benteng Ilir, karena jalan sepanjang kurang lebih 20 meter terendam air setinggi sekitar 30 sentimeter.

Kondisi tersebut cukup membahayakan, terutama apabila dilintasi malam hari. Terlebih sisi jalan berdempetan dengan sungai.

Sementara di Jalan Trans Kalimantan, terutama Simpang Empat Handil Bakti, terjadi peningkatan arus lalu lintas, terutama dari arah Marabahan dan Anjir Muara.

Terkait rekayasa lalu lintas, khususnya kepulangan jemaah, Satlantas Polres Batola mengikuti komando terpusat dari Ditlantas Polda Kalimantan Selatan. Meski demikian, telah disiapkan pola rekayasa di Simpang Empat Handil Bakti. 

Direncanakan arus kendaraan dari Jalan Gubernur Syarkawi menuju Marabahan atau Banua Enam langsung diarahkan berbelok ke kanan. Sedangkan kendaraan menuju Anjir Muara dibiarkan lurus.

Adapun arus dari Banjarmasin menuju Marabahan diarahkan berbelok ke kiri, lalu masuk Kompleks Batola Residence dan keluar di depan SMA Negeri 1 Alalak.

Sementara kendaraan dari arah Kapuas, diarahkan masuk ke Ray 17 Desa Beringin dan keluar di Kelurahan Berangas Barat, lalu menuju Jembatan Alalak.

“Semua arus lalu lintas akan dinormalkan, kembali setelah jumlah kendaraan di Simpang Empat Handil Bakti mulai berkurang," tutup Andre.