Kado Spesial HUT Kalsel ke-75, Ratusan Pasangan Ikuti Nikah Massal

Senyum mengembang di bibir Muhammad Ramadhani (23) dan Erlinda Nor Safitri (22). Setelah kurang lebih setahun menjalin hubungan, mereka pun diikat dalam pernikahan.

Jul 23, 2025 - 14:37
Jul 23, 2025 - 14:48
Kado Spesial HUT Kalsel ke-75, Ratusan Pasangan Ikuti Nikah Massal
Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin, bersama Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, H Muhammad Tambrin, menjadi saksi salah satu pasangan nikah massal di Masjid Sabilal Muhtadin. Foto: Kemenag Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN – Senyum mengembang di bibir Muhammad Ramadhani (23) dan Erlinda Nor Safitri (22). Setelah kurang lebih setahun menjalin hubungan, mereka pun diikat dalam pernikahan.

Pernikahan Muhammad dan Erlinda dilangsungkan di Ruang Induk Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Rabu (23/07/2025). Mereka tidak sendiri, tetapi bersama puluhan pasangan lain yang mengikuti program nikah massal.

Kegiatan bertema 'Cinta dalam Ridha Ilahi' itu diselenggarakan Kanwik Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Selatan melalui Bidang Urusan Agama Islam dan Bimbingan Syariah. 

Adapun nikah massal menjadi bagian dari rangkaian Festival Muharram 1447 Hijriah, sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalsel.

"Total 325 pasangan yang mengikuti nikah massal dari 13 kabupaten/kota. Artinya dari masing-masing kabupaten/kota sebanyak 25 pasangan," H Muhammad Tambrin, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel.

Dalam suasana haru dan bahagia, Gubernur Kalsel yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Muhammad Syarifuddin menekankan bahwa pernikahan bukan hanya tentang selebrasi sehari, tetapi perjuangan untuk masa depan.

Baca juga: Masih Tahap Pemeliharaan, 18 Batang Suai Jembatan Mantuil 9 Banjarmasin Hilang

Baca juga: Peluncuran Koperasi Merah Putih, Kalsel Raih Peringkat Ketiga Terbaik Nasional

"Membangunan rumah tangga adalah perjalanan panjang. Bukan hanya membangun rumah, tapi membangun surga bersama. Semoga seluruh sepasangan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah," papar Syarifuddin.

Sementara untuk Ramadhani dan Erlinda, pengalaman  tersebut di luar dugaan. Awalnya mereka hanya berniat menikah melalui Kantor Urusan Agama (KUA), tetapi diarahkan menjadi bagian dari acara nikah massal.

"Baru tahu dari KUA soal nikah massal. Kami diarahkan ke Sabilal Muhtadin dan ternyata banyak yang ikut juga,” tutur Erlinda.

Meski datang tanpa ekspektasi berlebih, pasangan tersebut justru mendapat banyak hal. Mulai dari dari busana pengantin lengkap, jasa rias, hingga mahar berupa seperangkat alat salat dan buku nikah yang diberikan tanpa biaya. 

Suasana sakral yang dibingkai dalam kebersamaan membuat momen itu terasa berkesan, karena juga dihadiri berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat. 

Di antaranya Forkopimda Banjarmasin, organisasi keagamaan seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah, serta tokoh masyarakat, perbankan syariah, dan jurnalis.