Kematian Eka Dianti di Tanta Masih Misteri, Polres Tabalong Minta Warga Tak Berspekulasi

Polres Tabalong terus mendalami kasus penemuan seorang perempuan bernama Eka Dianti yang ditemukan meninggal dunia dalam sebuah rumah, Sabtu (06/06/2026) malam.

Jun 7, 2026 - 10:57
Jun 8, 2026 - 02:57
Kematian Eka Dianti di Tanta Masih Misteri, Polres Tabalong Minta Warga Tak Berspekulasi
Polres Tabalong melakukan olah tempat kejadian perkara penemuan jenazah perempuan di Desa Warukin, Sabtu (06/06/2026) malam. Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, TABALONG – Polres Tabalong terus mendalami kasus penemuan seorang perempuan bernama Eka Dianti yang ditemukan meninggal dunia dalam sebuah rumah, Sabtu (06/06/2026) malam.

Perempuan berusia 32 tahun tersebut berasal dari Desa Pakapuran, Kecamatan Amuntai Utara, Hulu Sungai Utara (HSU), tetapi selama beberapa bulan terakhir menetap di Desa Warukin, Kecamatan Tanta.

Belum diketahui penyebab kematian korban. Namun Satreskrim Polres Tabalong telah melakukan olah tempat kejadian perkara, dan mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa.

Proses olah tempat kejadian dipimpin langsung Kapolsek Tanta Ipda Aris Sufariadi bersama Unit Inafis Satreskrim Polres Tabalong. 

"Dari lokasi kejadian kami menemukan beberapa barang seperti pecahan parang dan kabel yang terputus," papar Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo dikutip dari Antara, Minggu (07/06/2026).

Juga diamankan 2 unit telepon genggam, kartu identitas milik korban, kartu identitas seorang laki-laki, dan sebuah jepitan rambut dalam kondisi rusak yang ditemukan di dalam rumah.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, rumah yang menjadi tempat kejadian perkara ditempati korban bersama seorang laki-laki. Namun sepengetahuan warga setempat, mereka bukan pasangan suami istri.

Warga sekitar juga mengaku sempat mendengar suara pertengkaran dari dalam rumah. Pertengkaran ini terjadi beberapa hari sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Untuk mengungkap penyebab kematian, jenazah korban telah menjalani pemeriksaan awal oleh dokter di RSUD Badaruddin Kasim. Selanjutnya autopsi direncanakan dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin.

"Penyebab kematian korban masih dalam proses penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi," tegas Wahyu.