Lompatan Besar Bank Kalsel, Transaksi Internasional Kini Bisa Dilayani Sendiri

Menandai layanan perbankan devisa di Bank Kalsel, Gubernur H Muhidin melakukan pembukaan rekening valuta asing (valas) pertama dalam bentuk dolar Amerika Serikat, Senin (22/06/2026).

Jun 22, 2026 - 17:40
Jun 23, 2026 - 17:49
Lompatan Besar Bank Kalsel, Transaksi Internasional Kini Bisa Dilayani Sendiri
Gubernur H Muhidin didampingi Komisaris Utama Non-Independen Bank Kalsel, Subhan Nor Yaumil, membuka rekening valuta asing sebagai penanda operasional layanan devisa Bank Kalsel, Senin (22/06/2026). Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Menandai layanan perbankan devisa di Bank Kalsel, Gubernur H Muhidin melakukan pembukaan rekening valuta asing (valas) pertama dalam bentuk dolar Amerika Serikat, Senin (22/06/2026).

Bank Kalsel resmi memulai operasional sebagai bank devisa, setelah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. 

“Alhamdulillah Bank Kalsel resmi menjadi bank devisa. Ini menjadi upaya untuk meningkatkan daya saing dengan bank-bank lain, sehingga nasabah dapat melakukan transaksi langsung ke luar negeri,” ungkap Muhidin.

Seiring layanan anyar tersebut, para pelaku usaha maupun masyarakat diminta memanfaatkan layanan Bank Kalsel dalam melakukan transaksi internasional.

"Selanjutnya kami mengharapkan Bank Kalsel dapat terus menjaga kepercayaan OJK dan Bank Indonesia, serta meningkatkan kualitas SDM agar semakin profesional demi kemajuan Bank Kalsel,” harap Muhidin.

Perjalanan menuju status bank devisa bukan proses yang singkat. Setelah memperoleh izin prinsip sejak akhir Desember 2025, Bank Kalsel harus memenuhi berbagai persyaratan.

Persyaratan tersebut mencakup aspek administrasi, operasional, manajemen risiko, teknologi informasi, kepatuhan, hingga kesiapan sumber daya manusia. 

“Alhamdulillah Gubernur langsung meluncurkan operasional bank devisa dan mengimbau seluruh masyarakat untuk mendukung keberadaan Bank Kalsel sebagai bank devisa," sahut Fachrudin, Direktur Utama Bank Kalsel.

Peluncuran operasional bank devisa semula dijadwalkan 17 Juni 2026. Namun kemudian diundur karena menyesuaikan jadwal Gubernur Kalsel ke luar daerah.

“Tentunya kami berharah masyarakat dapat mendukung keberadaan bank devisa. Seluruh kegiatan ekspor dan impor, layanan remitansi, serta simpanan dalam bentuk valuta asing bisa dilayani dengan baik,” beber Fachrudin.