3 Ton Garam Sudah Ditebar, OMC di Kalsel Menyesuaikan Potensi Awan

Upaya mencegah perluasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Jul 16, 2026 - 22:29
Jul 16, 2026 - 23:30
3 Ton Garam Sudah Ditebar, OMC di Kalsel Menyesuaikan Potensi Awan
Ilustrasi pelaksanaan OMC berupa penebaran berton-ton garam di langit menggunakan pesawat. Foto: Gemini AI

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Upaya mencegah perluasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Digelar Pemprov Kalsel bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), OMC merupakan penebaran garam dari udara untuk memicu hujan.

Dijadwalkan berlangsung sejak 15 hingga 21 Juli 2026, seluruh operasional dilakukan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B PK-SNP. 

Sejak hari pertama pelaksanaan, sebanyak 3 ton garam telah disemai ke awan potensial sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

"Penyemaian garam dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer dan potensi pertumbuhan awan," papar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, Kamis (16/07/2026).

"Dalam satu kali penerbangan, pesawat membawa sekitar 1 ton garam. Hingga sekarang total garam yang sudah disemai mencapai sekitar 3 ton," sambungnya. 

Pelaksanaan OMC merupakan tindak lanjut dari penetapan status darurat karhutla dan kekeringan di Kalsel. Program ini juga merupakan usulan Pemprov Kalsel kepada BNPB sebagai langkah strategis untuk memperkuat penanganan bencana selama kemarau.

Dalam pelaksanaan di lapangan, BNPB menunjuk PT Milan Pillery Bersatu sebagai penyedia jasa OMC. Adapun pesawat dioperasikan melalui kerja sama dengan PT Smart Cakrawala Aviation.

Selain melindungi kawasan rawan karhutla, langkah tersebut juga diharapkan meminimalkan dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk keselamatan operasional penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.