Api Mengamuk di Muara Pulau Batola, 13 Rumah Rusak dan 2 Warga Alami Luka Bakar

Kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Tabukan, Barito Kuala (Batola), tepatnya di RT 4 Desa Muara Pulau, Jumat (24/7). Sebanyak 13 rumah terdampak dan dua korban luka bakar ringan.

Jul 24, 2026 - 17:19
Jul 24, 2026 - 21:19
Api Mengamuk di Muara Pulau Batola, 13 Rumah Rusak dan 2 Warga Alami Luka Bakar
Puing-puing sejumlah rumah warga Desa Muara Pulau di Kecamatan Tabukan yang terbakar, Jumat (24/07/2026). Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Tabukan, Barito Kuala (Batola), tepatnya di RT 4 Desa Muara Pulau, Jumat (24/7). Sebanyak 13 rumah terdampak dan dua korban luka bakar ringan.

Berdasarkan informasi dihimpun, api mulai berkobar sekitar pukul 09.45 Wita. Meski lokasi tepat berada di pinggir sungai, si jago merah dengan cepat membesar. Selain mayoritas rumah terbuat dari kayu, angin juga membantu perkembangan api.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut, berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api cukup sulit dikendalikan.

Sementara kabar kejadian sudah direspons sejumlah barisan pemadam kebakaran, khususnya dari Marabahan yang berjarak sekitar 45 kilometer dari tempat kejadian.

Namun jalan menuju lokasi hanya muat sebuah mobil dan masih berupa pengerasan. Pun terdapat sejumlah jembatan kayu yang memaksa mobil harus berhati-hati melintas.

Proses pemadaman juga dibantu LCT KM Putri Indah 05 yang datang dari seberang sungai. Menggunakan mesin penyedot air berukuran besar, kru kapal pengangkut pasir ini membantu pemadaman dari arah sungai agar dampak kebakaran tidak meluas.

Mengutip data UPT Damkar Batola, sebanyak 10 unit rumah rusak berat. Keseluruhan rumah masing-masing ditempati Maspuana, Kumalawati, Arif Ramadhan, Muhammad Jaini, Asniah, Rawiyah, Alfian, Mahlan, Syarwani dan Siti Noormaulidah atau total 24 jiwa.

Sedangkan 3 rumah yang ditempati Suriansyah, Tuni Rusmadi dan Yanto atau total 6 jiwa, terdampak antara 50 hingga 30 persen.

"Dalam peristiwa tersebut, Tuni Rusmadi dan Rawiyah mengalami luka bakar di bawah 30 persen,"  jelas Yusma Hermadi selaku Kepala UPT Damkar Batola.

Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut, karena masih diselidiki pihak berwajib. Adapun nilai kerugian diestimasi mendekati Rp2 miliar.

Itu merupakan musibah kedua yang terjadi di Tabukan dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya api melalap 10 bangunan yang terdiri dari 9 rumah warga dan 1 gedung sarang walet di Desa Tabukan Raya, Rabu (15/7).