Pertalite Diduga Bercampur Air, Pemilik Motor di Banjarmasin Berbalik Buru Pertamax
Dampak dugaan pertalite bercampur air, sejumlah pemotor di Banjarmasin mulai memburu pertamax.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Dampak dugaan pertalite bercampur air, sejumlah pemotor di Banjarmasin mulai memburu pertamax.
Terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Kamis (06/11/2025), antrean motor di jalur pertamax lebih panjang dari sebelumnya.
Seperti di SPBU Jalan Ahmad Yani Kilometer 6, antrean sudah terlihat sejak pukul 08.00 Wita. Sebaliknya jalur pengisian pertalite justru tampak lengang.
Oleh karena permintaan yang cukup tinggi dan stok tidak mencukupi, akhirnya jalur khusus pertamax untuk sepeda motor sudah ditutup mulai pukul 11.00 Wita.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Pemotor tampak antre hingga dua baris untuk mendapatkan pertamax.
Dikutip dari Antara, sejumlah pemotor mengaku memilih beralih dari pertalite ke pertamax demi menghindari kerusakan sepeda motor yang santer terjadi dalam beberapa hari belakangan.
"Saya tidak mau motor mogok atau rusak karena mengisi pertalite yang bercampur. Lebih baik pakai Pertamax, meski berharga lebih mahal," papar Abdullah, salah seorang pemotor di di SPBU Sabilal Muhtadin.
Sebelumnya Ketua DPRD Kalimantan Selatan, H Supian HK, meminta agar Pertamina segera menindaklanjuti laporan masyarakat agar masalah tidak berlarut-larut.
“Pertamina harus cepat menangani agar masyarakat tidak dirugikan dan bisa memperoleh bahan bakar dengan kualitas baik,” tegas Supian.
Sementara PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan pelayanan distribusi pertamax kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
"Lonjakan terjadi di luar proyeksi konsumsi musiman seperti periode hari besar keagamaan atau libur panjang," papar Edi Mangun, Area Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan.
"Oleh karena lonjakan permintaan pertamax yang signifikan dalam waktu singkat, beberapa SPBU membutuhkan waktu untuk menyesuaikan stok dan menjadwalkan ulang permintaan pasokan,” tambahnya.
Dijelaskan bahwa produk nonsubsidi seperti pertamax tidak memiliki kuota penyaluran, tetapi didistribusikan sesuai tren permintaan.
“Kepedulian masyarakat terhadap penggunaan bahan bakar yang sesuai kebutuhan dan spesifikasi kendaraan terus meningkat," tukas Edi.
"Sejalan dengan hal tersebut, Pertamina memastikan seluruh produk BBM, baik pertalite maupun pertamax, telah memenuhi standar mutu sesuai spesifikasi yang ditetapkan,” tegasnya.
Pertamina sendiri mengeklaim telah melakukan pengecekan untuk memastikan pelayanan dan penyaluran BBM di Banjarmasin. Pengecekan dilakukan di SPBU 64.702.02 Jalan Ahmad Yani Kilometer 6 dan SPBU 64.701.08 Jalan Belitung Darat.
Pengecekan serupa juga dilakukan di SPBU Benua Anyar oleh Sales Area Retail Kalsel bersama Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Kalsel.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tangki penyimpanan SPBU dan sampel BBM dari nozzle dispenser, berat jenis dan kadar air dinilai sesuai standar. Juga tidak ditemukan indikasi kontaminasi air.