Polda Kalsel Menjadi Role Model Penanaman Jagung, Target Panen 3.000 Ton di Lahan Basah

Pencapaian Polda Kalimantan Selatan dalam penanaman jagung serentak, langsung diapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Oct 8, 2025 - 12:51
Oct 8, 2025 - 13:01
Polda Kalsel Menjadi Role Model Penanaman Jagung, Target Panen 3.000 Ton di Lahan Basah
Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, bersama Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dalam penanaman jagung serentak kuartal IV di Kecamatan Gambut, Rabu (08/10/2025). Foto: MC Kalsel

KABARKALSEL.COM, MARTAPURA - Pencapaian Polda Kalimantan Selatan dalam penanaman jagung serentak, langsung diapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Apresiasi itu didasari keberhasilan menjadikan lahan basah bergambut sebagai kawasan pertanian produktif melalui program budidaya jagung di lahan suboptimal.

Keberhasilan tersebut turut berkontribusi terhadap capaian Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kalsel 2025 yang menembus 81,98 persen.

“Saya ingin Polda Kalsel menjadi percontohan pengolahan lahan produktivitas rendah menjadi optimal untuk pertanian,” papar Listyo ketika menyapa secara virtual dari lokasi penanaman jagung serentak kuartal IV dikutip dari Antara, Rabu (08/10/2025).

"Keberhasilan Kalsel merupakan bukti nyata sinergi multipihak, baik dengan pemerintah daerah, akademisi dan swasta. Artinya tidak ada yang mustahil kalau memiliki keinginan kuat dan aksi nyata,” tegas Listyo.

Puncak penanaman jagung serentak nasional kuartal IV dipusatkan di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Tangerang, Banten. Juga berhadir Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Adapun penanaman serentak kuartal IV di Kalsel dilakukan di Jalan Gubernur Syarkawi Kilometer 5, Desa Banyu Hirang, Kecamatan Gambut, dalam waktu bersamaan. Lahan ini merupakan bagian dari total 200 hektare yang dibuka sejak Desember 2024.

Penanaman dilakukan langsung Kapolda Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan bersama Gubernur H Muhidin dan Forkopimda Kalsel.

Salah satu kunci keberhasilan Polda Kalsel adalah pemanfaatan teknologi unsur bebatuan dari Korea Selatan yang membantu meningkatkan pH tanah di bawah 5 menjadi lebih netral untuk tanaman jagung.

Bekerja sama dengan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM), teknologi tersebut diubah menjadi biomassa teraktivasi yang mampu menetralkan keasaman tanah dan air.

"Kami telah melakukan empat kali panen di lokasi proyek percontohan di Jalan Gubernur Syarkawi dengan hasil rata-rata 8 ton per hektare dari lahan seluas 16 hektare," sahut Yudha.

Khusus kuartal IV 2025, Polda Kalsel bersama 13 Polres jajaran menargetkan panen jagung mencapai lebih dari 3.000 ton dari lahan tanam 1.051,14 hektare. 

Angka tersebut meningkat signifikan dibanding kuartal III yang menghasilkan 1.794,21 ton, "Dengan dukungan 1.605 petani dan penggunaan benih jagung Bisi 18, kami optimistis target bisa tercapai,” tegas Yudha.

Sejak awal program, produktivitas jagung di Kalsel meningkat tajam dari 275,5 ton di kuartal I menjadi 758,56 ton di kuartal II. Dengan peningkatan di atas 35 persen, Kalsel di peringkat sembilan nasional.

Keberhasilan Polda Kalsel turut ditopang oleh berbagai bantuan, antara lain dari Gubernur H Muhidin yang memberikan 4 mesin pemanen jagung otomatis, 2 traktor, serta dukungan sektor swasta berupa 2 mesin pemungut biji dan alat pengering.

Kemudian Bupati Banjar H Saidi Mansyur juga berkontribusi dengan menyediakan 2 gudang penyimpanan berkapasitas masing-masing 182 ton.

Mengingat hasil dari seluruh program harus berdampak langsung kepada kesejahteraan petani, pengepul dan tengkulak berkomitmen membeli hasil produksi jagung petani binaan Polda Kalsel seharga di atas Rp3.800 per kilogram untuk kadar air di atas 25 persen.

Kemudian Pusat Koperasi Polri (Puskopol) bersama Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) diinstruksikan membeli seluruh hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak, termasuk untuk stok Perum Bulog.

“Apresiasi Kapolri menjadi motivasi kami untuk terus memperkuat kerja sama pentahelix dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat,” papar Yudha.

Dijadwalkan 25 Oktober 2025 mendatang, dilakukan panen jagung di lahan seluas 70 hektare di Kecamatan Sungai Danau, Tanah Bumbu. Semua unit combine harvester bantuan Gubernur Kalsel akan digunakan untuk kegiatan ini.

Sementara Muhidin mengapresiasi atensi Kapolri terhadap keberhasilan Kalsel mengembangkan tanaman jagung di lahan basah dan rawa.

“Kalsel menjadi acuan nasional karena mampu menanam jagung di lahan rawa. Ini satu-satunya di Indonesia dan menjadi motivasi pemerintah pusat untuk melihat langkah-langkah pertanian di Kalsel," ungkap Muhidin.

"Pun kami dukung sepenuhnya, termasuk membantu menyediakan combine harvester untuk panen. Mesin akan memudahkan panen, terutama di lahan yang luas," tutupnya.