Polres Banjar Buka Posko Siswa Korban Keracunan MBG

Mengantisipasi lonjakan titik kritis, Polres Banjar menyiapkan posko untuk korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Oct 10, 2025 - 02:42
Oct 10, 2025 - 02:43
Polres Banjar Buka Posko Siswa Korban Keracunan MBG
Mengantisipasi lonjakan korban, dibuat posko korban dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di depan IGD RSUD Ratu Zalecha Martapura. Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, MARTAPURA - Mengantisipasi lonjakan titik kritis, Polres Banjar menyiapkan posko untuk korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tercatat sedikitnya 7 sekolah yang terdampak keracunan MBG, Kamis (09/10/2025). Mulai dari SMA IT Assalam Martapura, MTs Assalam Martapura, MI Assalam Martapura, SD Muhammadiyah Martapura, MTs Muhammadiyah Martapura, SDN 1 Pasayangan dan SDN 1 Tungkaran.

Mengingat waktu krusial atau titik kritis berlangsung selama 12 jam, Polres Banjar berinisiatif menyiapkan posko korban MBG di depan IGD RSUD Ratu Zalecha Martapura.

"Seluruh tenaga medis seperti dokter dan perawat sudah siap menangani korban yang datang ke rumah sakit. Mereka akan langsung ditangani petugas di IGD," papar Kapolres Banjar AKBP Fadli dikutip dari Antara.

Sementara puskesmas terdekat juga diminta untuk stand by. Demikian pula mobil ambulans untuk penanganan awal dan evakuasi ke rumah sakit.

"Sampai sekarang total jumlah siswa yang dirawat berjumlah 75 orang. Kemudian 27 orang sudah dipulangkan karena sudah membaik," jelas Fadli.

Baca juga: Puluhan Siswa di Martapura Banjar Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sebagai tindak lanjut, pihak terkait sudah mengambil makanan dan bekas muntah siswa yang dirawat di rumah sakit untuk dibawa ke laboratorium di Jakarta atau Surabaya.

Sementara Dandim 1006/Banjar Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya menambahkan sudah berkoordinasi dengan Pemkab Banjar terkait penanganan korban. 

RSUD Ratu Zalecha ditetapkan sebagai pusat pelayanan utama korban, sedangkan rumah sakit dan puskesmas sebagai rujukan.

"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Banjar agar membebaskan seluruh biaya perawatan siswa yang menjalani perawatan di rumah sakit, selain penanganan maksimal yang diberikan," tegas Bambang.

Sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dihentikan sementara hingga pemeriksaan lebih lanjut, termasuk sampel menu makanan yang dibawa ke laboratorium.

"Menu makanan yang disajikan dan diduga membuat siswa keracunan adalah nasi kuning, ayam suwir, buah, sayuran dan sambal goreng tempe. Sampel akan diuji laboratorium dan dikirim Polres Banjar," tutup Bambang.