Puluhan Siswa di Martapura Banjar Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Jumlah korban keracunan massal yang diduga akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Martapura, Banjar, Kamis (9/10), terus bertambah.

Oct 9, 2025 - 13:59
Oct 9, 2025 - 14:16
Puluhan Siswa di Martapura Banjar Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Puluhan siswa di Banjar mengalami keracunan dan harus dirawat intensif di RSUD Ratu Zalecha, setelah mengonsumsi MBG. Foto: Duta TV

KABARKALSEL.COM, MARTAPURA - Jumlah korban keracunan massal yang diduga akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Martapura, Banjar, Kamis (9/10), terus bertambah.

Awalnya dilaporkan sebanyak 10 orang. Kemudian beberapa jam berselang, total jumlah korban menjadi 46 orang dan tidak hanya berasal dari satu sekolah.

Selain siswa SMA IT Assalam Martapura, korban juga tercatat dari MTs Assalam, MI Assalam, SD Muhammadiyah Martapura, MTs Muhammadiyah Martapura, SDN 1 Pasayangan dan SDN 1 Tungkaran. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah, seiring indikasi gejala serupa dari sejumlah siswa lain.

Siswa yang mengalami gejala keracunan, langsung dilarikan ke RSUD Ratu Zalecha Martapura. Pun keluarga para siswa berdatangan setelah mendapat kabar anak mereka mengalami mual, muntah, pusing, dan nyeri perut hebat.

Tak hanya siswa, Kepala Sekolah SMA IT Assalam juga turut dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala serupa.

"Jumlah korban kemungkinan masih akan bertambah, mengingat sebagian siswa baru mulai merasakan gejala beberapa jam setelah mengonsumsi makanan dari paket MBG," papar Kapolres Banjar AKBP Fadli. 

Polres Banjar telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa untuk dilakukan uji laboratorium. Sampel berupa nasi kuning, ayam suwir, orek tempe, sayur oseng dan sepotong melon akan dites di laboratorium demi memastikan penyebab pasti keracunan.

Sementara RSUD Ratu Zalecha masih melakukan observasi intensif terhadap para pasien. Terlebih beberapa siswa terlihat lemas dan diinfus untuk memulihkan kondisi tubuh. Untuk sementara 8 siswa telah diperbolehkan pulang, sehingga tersisa 38 yang masih dirawat.