Proyek Bendungan Riam Kiwa Dikebut, 70 Persen Potensi Banjir Ditargetkan Teratasi

Dinilai menjadi solusi strategis pengendalian banjir di Kalimantan Selatan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Banjar.

Jan 9, 2026 - 21:43
Jan 9, 2026 - 22:25
Proyek Bendungan Riam Kiwa Dikebut, 70 Persen Potensi Banjir Ditargetkan Teratasi
Menggunakan perahu karet, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyusuri lahan yang terendam banjir di Sungai Tabuk Keramat. Foto: MC Kalsel

KABARKALSEL.COM, MARTAPURA - Dinilai menjadi solusi strategis pengendalian banjir di Kalimantan Selatan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong percepatan pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Banjar.

Bendungan Riam Kiwa direncanakan dibangun di perbatasan Desa Angkipih dan Desa Paramasan Bawah, Kecamatan Paramasan.

Adapun luas genangan waduk mencapai 654,04 hektare dan memiliki volume tampungan sebesar 90,51 juta meter kubik. 

Sedangkan tipe main dam adalah urugan batu inti tegak dengan tinggi bendungan 51 meter, lebar puncak bendungan 8 meter, dan panjang puncak bendungan 490 meter. 

Dengan spesifikasi tersebut, Bendungan Riam Kiwa diestimasi mempunyai manfaat air baku sebanyak 4,5 meter kubik per menit.

Kemudian irigasi seluas 1.800 hektare, memperoleh hydropower sebesar 6 megawatt, reduksi banjir 225,8 meter kubik per menit dan berpotensi menjadi tempat pariwisata. 

"Banjir di Sungai Tabuk terjadi akibat berbagai faktor yang saling berkaitan," ungkap Hanggodo dalam kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat di Banjarbaru dan banjir di Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Banjar, Jumat (09/01/2026).

Di antara penyebab banjir tersebut adalah pasang air laut yang cukup tinggi. Kondisi ini diperparah dengan gangguan aliran Sungai Martapura, sehingga air dari sungai-sungai kecil tidak dapat mengalir optimal.

"Air dari Sungai Tabuk tidak bisa mengalir keluar, karena Sungai Martapura sendiri terdorong ke laut akibat pasang. Akibatnya air tertahan dan meluap ke permukiman," papar Hanggodo.

Sedianya kontrak multipurpose dam construction Riam Kiwa diteken 18 Desember 2023. Namun sempat muncul kendala lahan, sebelum kemudian dapat diselesaikan di akhir 2024.

"Persoalan lahan sudah selesai di akhir 2024. Mudah-mudahan pekerjaan fisik bisa segera dilakukan mulai 2026 dan rampung dua hingga tiga tahun kemudian,” harap Hanggodo.

"Setelah bendungan beroperasi, kami optimistis sekitar 70 persen potensi banjir di wilayah Banjar dan sekitarnya dapat teratasi," sambungnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel, Muhammad Yasin Toyib, menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah pusat demi mempercepat realisasi proyek tersebut. 

“Kami siap mendukung penuh. Ini penting untuk mengatasi banjir yang terus berulang setiap tahun di Kalsel,” tutup Yasin.