Putar Balik di Handil Bakti Terlalu Jauh, DPRD Kalsel Turun Tangan
Berbulan-bulan dikeluhkan warga, posisi putar balik atau u-turn di Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Barito Kuala (Batola) akhirnya memantik perhatian DPRD Kalimantan Selatan.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Berbulan-bulan dikeluhkan warga, posisi putar balik atau u-turn di Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Barito Kuala (Batola) akhirnya memantik perhatian DPRD Kalimantan Selatan.
Keluhan paling dominan adalah posisi putar balik yang dinilai terlalu jauh dari kompleks-kompleks padat penduduk. Akibatnya pengguna jalan harus menempuh jarak lebih panjang hanya untuk putar balik.
Diketahui dalam jarak sepanjang 4,41 kilometer, jumlah putar balik yang tersedia hanya empat. Keempat u-turn ini berlokasi di depan TB Berkat Jaya, Modist Toserba 35.000, Rocket Chicken, dan Naga Tenda.
Namun terdapat u-turn tidak resmi yang terletak tepat di atas Jembatan Handil Seluang, atau depan Kantor Samsat Handil Bakti.
Agar tidak ditutup oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalsel sebagai pelaksana proyek, masyarakat setempat berinisiatif memasang spanduk berisi larangan.
"Ruas jalan ini jangan ditutup. Untuk u-turn putar balik menuju mesjid, sekolah dan pasar. Membangun jangan menyengsarakan rakyat bila terjadi emergency/darurat. Perhatikan kepentingan publik," demikian isi spanduk itu.
Belakangan muncul spanduk yang lebih besar di lokasi berbeda, tepatnya di dekat RM Pawon Tlogo.
Adapun pembuat spanduk mengatasnamakan warga Kompleks Persada Permai, Kompleks Persada Permai Baru 1, Kompleks Persada Permain Baru 2 dan 3, serta Kompleks Persada Raya 3.
Berita Terkait:
Median Jalan Trans Kalimantan di Handil Bakti: Solusi Ketertiban atau Sumber Keluhan Warga?
Rawan Insiden Lalu Lintas, Flyover di Simpang Empat Handil Bakti Kembali Dibahas
"Kami meminta di sekitar lokasi ini media jalan dibuka. Keresahan melanda kami. Belokan terlalu jauh," tulis warga dalam spanduk tersebut.
Keinginan tersebut lantas direspons anggota Komisi III DPRD Kalsel, HM Rosehan Noor Bahri, ketika meninjau langsung u-turn di atas Jembatan Handil Seluang, Rabu (14/01/2026).
Wakil Gubernur Kalsel periode 2005-2010 itu datang bersama I Gede Trisna Sura Nata selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 BPJN Kalsel.
"Kami datang meninjau langsung untuk menyikapi permintaan warga yang keberatan dengan jarak putar balik terlalu jauh," ungkap Rosehan dalam video yang diunggah melalui media sosial pribadi.
"Kepada masyarakat diharapkan bersabar, karena pihak terkait akan dipanggil untuk rapat bersama. Paling lama seminggu," sambungnya.
Adapun rapat akan melibatkan Lurah (Handil Bakti), Camat (Alalak), BPJN Kalsel, Ditlantas Polda Kalsel, serta Dinas Perhubungan (Kalsel dan Batola).
"Sebenarnya u-turn di atas jembatan tidak diperbolehkan. Setelah u-turn (di atas jembatan) ditutup, kemungkinan akan ditambah dua atau tergantung hasil kesepakatan (dalam rapat)," tukas Rosehan.
"Tentunya dicari tempat yang ideal, supaya warga tidak memutar terlalu jauh. Kondisi gorong-gorong juga akan diperhatikan, supaya air cepat mengalir ketika banjir," tutupnya.