Ratusan Posko Kesehatan Disiagakan Jelang Haul ke-21 Guru Sekumpul
Jelang pelaksanaan 5 Rajab atau haul ke-21 KH Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul), Pemprov Kalimantan Selatan memastikan kesiapan layanan kesehatan untuk jutaan jemaah.
KABARKALSEL.COM, MARTAPURA - Jelang pelaksanaan 5 Rajab atau haul ke-21 KH Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul), Pemprov Kalimantan Selatan memastikan kesiapan layanan kesehatan untuk jutaan jemaah.
Lebih dari 130 posko kesehatan akan ditempatkan di berbagai titik strategis di Martapura dan Banjarbaru, serta jalur-jalur masuk menuju kawasan haul.
"Titik penempatan posko masih dikoordinasikan bersama Tim Induk Sekumpul untuk memastikan efektivitas pelayanan," papar Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Diauddin, Minggu (24/11/2025),
“Seluruh posko telah dilengkapi tenaga medis, ambulans, dan peralatan kegawatdaruratan. Layanan dibuka 24 jam penuh untuk melayani jemaah,” imbuhnya.
Kesiapan posko merupakan hasil kerja terpadu antara Dinas Kesehatan Kalsel, Banjar, dan Banjarbaru, serta rumah sakit rujukan, relawan kesehatan, hingga tenaga medis dari berbagai lembaga.
Koordinasi juga diperkuat untuk memastikan respons cepat dalam kondisi darurat. “Kami ingin memastikan seluruh jemaah mendapatkan layanan terbaik, mulai dari keluhan ringan seperti kelelahan hingga penanganan kegawatdaruratan,” tambah Diauddin.
Selain posko kesehatan, petugas medis mobile juga disebar di area-area padat. Beberapa ambulans dan motor medis akan disiagakan di titik rawan untuk memastikan pertolongan dapat diberikan secepat mungkin.
Melihat antusiasme jemaah yang terus meningkat setiap tahun, Dinas Kesehatan Kalsel turut memantau kondisi cuaca, kepadatan massa, dan potensi risiko kesehatan lain selama kegiatan berlangsung.
Petugas diimbau untuk responsif, dan jemaah diminta segera mencari posko terdekat apabila mengalami kendala kesehatan, “Jangan ragu untuk melapor kalau memerlukan bantuan medis,” pesan Diauddin.
Sementara Tim Induk Sekumpul melalui akun media sosial resmi telah mengeluarkan edaran terkait kelancaran pelaksanaan haul.
Edaran mencakup pengaturan lalu lintas, keamanan, kebersihan, hingga penataan dapur umum agar distribusi konsumsi tetap tertib dan higienis.
Pembangunan dapur umum juga diatur agar tidak mengganggu aktivitas jemaah, dan tetap memenuhi standar sanitasi.