Sambut Momen 5 Rajab di Sekumpul, MUI Kalsel Ajak Jemaah Meluruskan Niat dan Hindari Berlebihan
Menjelang Momentum 5 Rajab 1447 Hijriah atau haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan mengeluarkan imbauan kepada seluruh jemaah.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Menjelang Momen 5 Rajab 1447 Hijriah atau haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan mengeluarkan imbauan kepada seluruh jemaah.
Imbauan disampaikan Ketua Umum MUI Kalsel, KH Husin Naparin, melalui Sekretaris Umum H Nasrullah, setelah mencermati animo masyarakat.
Dalam keterangan tertulis, MUI Kalsel menekankan agar seluruh jemaah meluruskan niat kehadiran semata-mata untuk mengambil uswah hasanah dan hikmah dari keteladanan Abah Guru Sekumpul sebagai penguat ibadah kepada Allah SWT dan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
MUI juga mengingatkan jemaah dan relawan agar mematuhi seluruh peraturan yang telah ditetapkan oleh aparat keamanan dan relawan resmi demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.
Khusus kepada kalangan muda, MUI Kalsel meminta agar menghindari perilaku yang tidak sesuai dengan syariat, baik selama perjalanan maupun sekama mengikuti rangkaian Momen 5 Rajab.
“kepada jemaah yang meninggalkan rumah untuk menghadiri Momen 5 Rajab, sebaiknya dipastikan kembali kondisi rumah sebagai upaya pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Nasrullah.
MUI Kalsel juga mengingatkan agar jamaah tidak berlebihan dalam mengekspresikan Momen 5 Rajab, baik secara langsung maupun di media sosial, guna menghindari potensi fitnah dari pihak-pihak tertentu.
Lebih lanjut MUI Kalsel mengimbau jemaah untuk menciptakan suasana yang khidmat dan tertib, sehingga substansi kegiatan benar-benar bermakna secara spiritual, bukan sekadar keramaian.
Menjelang puncak acara tahlilan, MUI Kalsel mengingatkan jamaah agar senantiasa menjaga wudu, khususnya dari waktu zuhur, asar, magrib hingga isya, sehingga dapat langsung menunaikan salat wajib tepat waktu.
Tidak kalah penting, jamaah diminta untuk menghindari segala bentuk perbuatan tercela dan maksiat yang dapat mencederai nilai luhur peringatan haul Guru Sekumpul.
"Momentum 5 Rajab seharusnya dijadikan sebagai contoh meneladani sosok ulama yang rajin beribadah, memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW, dermawan kepada sesama, serta zuhud terhadap dunia," beber Nasrullah.
"Diharapkan imbauan ini dapat menjadi perhatian seluruh muslim di Kalsel dan jemaah dari provinsi lain yang datang untuk mengikuti Momen 5 Rajab," tutupnya.