Setiap Tahun Terendam, Jalan Penghubung Tiga Desa di Mandastana Batola Tak Kunjung Diperbaiki
Kondisi jalan sepanjang sekitar 700 meter di RT 8 Desa Pantai Hambawang, Kecamatan Mandastana, kian memprihatinkan.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Kondisi jalan sepanjang sekitar 700 meter di RT 8 Desa Pantai Hambawang, Kecamatan Mandastana, kian memprihatinkan.
Sudah lima tahun terakhir, jalan selalu terendam banjir setiap musim hujan dan belum pernah mendapat perbaikan menyeluruh dari pemerintah.
Padahal jalan yang berstatus aset kabupaten itu menghubungkan Desa Pantai Hambawang, Desa Antasan Segera, dan Desa Tatah Alayung.
"Pokoknya sejak banjir besar 2021 lalu, jalan ini selalu terendam mulai Oktober hingga April setiap tahun hingga sekarang," papar Ardiansyah, warga Pantai Hambawang, Minggu (14/12/2025).
"Kalau ditambah air pasang Sungai Alalak, ketingian air di jalan bisa sampai setengah lutut atau sekitar 50 sentimeter,” sambungnya.
Sebenarnya kepala desa dan warga setempat telah berupaya melakukan perbaikan swadaya dengan meninggikan badan jalan. Namun tidak bertahan lama, karena kembali terendam sepanjang musim hujan.
Makanya warga pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Terlebih proposal perbaikan jalan disebut sudah berkali-kali diajukan, tetapi belum membuahkan hasil.
"Hampir setiap tahun proposal selalu dikirim, tetapi sampai sekarang belum ditindaklanjuti instansi terkait,” ungkap Ardiansyah.
Proposal terakhir tertanggal 5 September 2025. Diketahui Camat Mandastana, serta ditandatangani Kepala Desa Tanipah, Tatah Alayung, Pantai Hambawang, Tabing Rimbah dan Antasan Segera.
Proposal tersebut sudah dikirimkan kepada Gubernur dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan maupun Bupati dan Dinas PUPR Batola.
Tidak hanya proposal, usulan perbaikan selalu masuk agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Mandastana dalam lima tahun terakhir.
“Kasihan anak-anak sekolah. Setiap hari mereka harus melewati jalan berair. Demikian pula para guru dan terkadang motor mereka mogok di tengah banjir," tambah Ahmad Fadli, warga Antasan Segera.
Murid yang melewati jalan tersebut bersekolah di SD Negeri Antasan Segera 1, SMP Negeri 1 dan 4 Mandastana, serta SMA Negeri 1 Mandastana.
"Makanya kami berharap pemerintah benar-benar memperhatikan dan segera memperbaiki jalan ini,” tutup Fadli.