Setwan Batola Ikut Berduka Atas Meninggalnya Dua Staf Humas Protokol DPRD Makassar
Duka yang melingkupi Sekretariat DPRD Makassar, juga terasa sampai Barito Kuala (Batola).
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Duka yang melingkupi Sekretariat DPRD Makassar, juga terasa sampai Barito Kuala (Batola).
Diketahui dua staf Humas Protokol Sekretariat DPRD Makassar bernama Syahrina Wati dan Muhammad Akbar Basri, meninggal dunia dalam pembakaran Kantor DPRD Makassar oleh massa aksi, Jumat (29/08/2025) malam.
Mereka sedang bertugas dan tidak bisa menyelamatkan diri lagi, ketika kobaran api melahap gedung berlantai empat di Jl Andi Pangerang Pettarani itu.
Atas kejadian tersebut, Sekretariat DPRD Batola secara khusus menyampaikan belasungkawa mendalam, sekaligus mendoakan agar kedua almarhum diterima di sisi Allah SWT.
“Atas nama pimpinan dan seluruh keluarga besar Sekretariat DPRD Batola, kami menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Syahrina Wati dan Muhahmad Akbar Basri," papar Sekretaris DPRD Batola, Muhammad Haris Isroyani, Senin (01/09/2025).
"Semoga amal ibadah almarhum dan almarhumah diterima Allah SWT, serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” imbuhnya.
Dikutip dari Antara, Muhammad Akbar Basri menjadi staf Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Makassar sejak 2016. Pria kelahiran 7 April 1999 ini juga kerap mengunggah aktivitas bersama anggota DPRD Makassar.
Ketika massa menggelar demonstrasi dan mulai melakukan pembakaran, DPRD Makassar sedang menggelar rapat paripurna. Sementara Akbar terjebak dalam ruang humas bersama Syahrina Wati yang merupakan pendamping legislator Andi Tenri Uji.
Akbar sebenarnya sempat berhasil turun ke ruang bawah bersama sejumlah orang lain. Lantas setelah mengetahui Syahrina masih berada di dalam ruang humas, Akbar kembali masuk ke gedung untuk memberi pertolongan.
Namun nasib berkata lain. Mereka akhirnya terjebak bersama-sama hingga berujung maut, lantaran pernapasan yang terganggu kepulan asap.
Sementara Syahrina masih dapat dievakuasi, tetapi kemudian meninggal dunia dalam perawatan di RS Bhayangkara Makassar. Perempuan berusia 26 tahun dari Bone ini mengalami luka bakar di wajah sebelah kiri, tangan, perut hingga kaki.