UMK Kalsel Didorong Kuasai Teknologi dan Inovasi Kemasan Produk

Pemprov Kalimantan Selatan melalui Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) terus mendorong peningkatan daya saing pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di era digital.

Oct 7, 2025 - 13:12
Oct 11, 2025 - 01:28
UMK Kalsel Didorong Kuasai Teknologi dan Inovasi Kemasan Produk
Pelaksanaan pelatihan peningkatan akses teknologi, serta pelatihan desain dan pengemasan produk UKM di Balai Pelatihan Koperasi Kalsel. Foto: MC Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU – Pemprov Kalimantan Selatan melalui Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) terus mendorong peningkatan daya saing pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di era digital. 

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pelatihan peningkatan akses teknologi, serta pelatihan desain dan pengemasan produk UKM di Balai Pelatihan Koperasi Kalsel.

Digelar sejak 7 hingga 10 Oktober 2025, pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan pelaku UMKM. 

Dengan pengetahuan yang dimiliki, setidaknya mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar global.

“Pelaku UMKM harus siap bertransformasi," tegas Kepala Diskop UKM Kalsel Gusti Yanuar Noor Rifai, diwakili Kepala Balai Pelatihan Koperasi Yuliansyah, Selasa (07/10/2025).

"Mereka perlu memahami digitalisasi dalam pengelolaan usaha, keuangan, hingga strategi pemasaran. Diharapkan usaha mereka tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan naik kelas,” sambungnya.

Pelatihan diikuti 60 peserta yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalsel. Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan peningkatan akses teknologi, sementara sisanya dilatih desain dan pengemasan produk.

"Penguasaan teknologi digital sudah menjadi kebutuhan utama dunia usaha. Makanya kami juga memberikan materi pemanfaatan aplikasi pembukuan digital, penggunaan QRIS dan e-wallet, serta strategi promosi melalui media sosial dan marketplace," beber Yuliansyah.

Selain pemanfaatan teknologi, peserta juga mendapat pelatihan desain dan kemasan produk sebagai upaya meningkatkan nilai jual dan citra produk lokal.

“Kemasan yang baik bukan sekadar mempercantik tampilan produk, tetapi menjadi identitas dan daya tarik tersendiri yang membedakan produk UMKM di pasar,” jelas Yuliansyah.

"Tentunya kami ingin pelaku UMKM di Kalsel bisa naik kelas. Selain menjual produk lokal, juga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional,” tutupnya.