Berusia 102 Tahun, Mbah Kasrun Asal Batola Menginspirasi Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin
Kendati harus duduk di kursi roda dan setiap kalimat yang diucapkan terbata-bata, semangat Kasrun bin Midin untuk memenuhi panggilan Allah SWT tetap menyala di usia 102 tahun.
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Kendati harus duduk di kursi roda dan setiap kalimat yang diucapkan terbata-bata, semangat Kasrun bin Midin untuk memenuhi panggilan Allah SWT tetap menyala di usia 102 tahun.
Jamaah haji tertua asal Kalimantan Selatan itu akhirnya dinyatakan laik berangkat, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan tahap ketiga di Embarkasi Haji Banjarmasin, Senin (18/05/2026).
Didampingi sang anak, Mbah Kasrun yang berasal dari Kecamatan Wanaraya, Barito Kuala (Batola), tergabung dalam Kloter BDJ 17 bersama jemaah asal Kotabaru dan Banjarmasin.
Kloter tersebut diberangkatkan pukul 01.57 Wita dan dijadwalkan terbang langsung menuju Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah.
Di balik wajah renta dan tubuh yang mulai dimakan usia, tersimpan perjuangan hidup. Kasrun merupakan warga transmigrasi kelahiran Jawa Timur yang hijrah ke Kalimantan Selatan sejak 1979.
Selanjutnya di Bumi Lambung Mangkurat, Kasrun menghabiskan puluhan tahun untuk bertani dan berkebun demi menghidupi keluarga.
“Dulu awal program transmigrasi, ayah bertani dan berkebun. Namun sekarang lebih banyak di peternakan dan kebun kelapa sawit,” papar sang putra bungsu yang ikut berangkat dan mendampingi pemeriksaan kesehatan di ruang jamaah prioritas.
Meski telah melewati satu abad usia kehidupan, aktivitas sehari-hari Mbah Kasrun masih cukup mandiri.
Sosok pria kelahiran 1924 itu pun mendadak menjadi perhatian di Embarkasi Banjarmasin. Banyak jemaah dan petugas menyempatkan diri, menyapa sekaligus mendoakan kelancaran ibadah pria yang memiliki 6 putra, 6 cucu dan 2 cicit ini.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalsel, Eddy Khairani, bahkan secara khusus menemui Mbah Kasrun seusai seremoni pelepasan jemaah.
“Apa resep mbah sampai mencapai usia 102 tahun?” tanya Eddy ketika berbincang hangat dengan Mbah Kasrun di ruang jamaah prioritas dikutip dari siniar Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kalsel
Mendengar pertanyaan tersebut, Mbah Kasrun hanya tersenyum kecil sebelum menjawab singkat, “Rajin ibadah,” jawabnya lirih.
Jawaban sederhana itu justru meninggalkan kesan mendalam, sekaligus dapat menjadi inspirasi jemaah lain. Terlebih semangat beribadah di usia lebih dari satu abad merupakan anugerah besar.
“Beliau menjadi contoh semangat menunaikan ibadah haji yang tidak pernah pudar, meskipun usia sudah sangat lanjut. Ini adalah bentuk kemuliaan yang patut disyukuri,” ungkap Eddy.
Mesii demikian, Eddy mengingatkan pendamping jemaah agar benar-benar memperhatikan kondisi fisik Mbah Kasrun selama berada di Tanah Suci, khususnya menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Apabila kondisi fisik beliau tidak memungkinkan, jangan dipaksakan untuk selalu mengikuti ibadah di Masjidil Haram," pesan Eddy.
"Hal yang paling penting selama berada di Tanah Suci adalah kesehatan beliau tetap terjaga, sehingga dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman dan nyaman,” tutupnya.
Seiring keberangkatan Kloter BDJ 17, sebanyak 6.095 jemaah dan petugas Embarkasi Banjarmasin telah berada di Makkah untuk menyongsong puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Sementara Embarkasi Banjarmasin masih menyisakan Kloter BDJ 18 dan BDJ 19 yang sekaligus menutup operasional pemberangkatan haji.



