Banjir Kepung Barabai HST, Aktivitas Warga Terganggu Hingga Pasar Tergenang

Sejumlah ruas jalan dan pemukiman di Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST), terendam banjir akibat luapan Sungai Barabai yang disebabkan peningkatan intensitas hujan, Senin (18/05/2026).

May 18, 2026 - 21:25
May 19, 2026 - 01:23
Banjir Kepung Barabai HST, Aktivitas Warga Terganggu Hingga Pasar Tergenang
Kondisi banjir di Barabai yang disebabkan luapan Sungai Barabai akibat peningkatan intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, BARABAI - Sejumlah ruas jalan dan pemukiman di Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST), terendam banjir akibat luapan Sungai Barabai yang disebabkan peningkatan intensitas hujan, Senin (18/05/2026).

Wilayah yang terdampak di antaranya Simpang Ulama, Sarigading, Kampung Kadi, Pasar Murakata, Bungur, Munti Raya dan Jalan Pangeran Muhammad Nor. 

Adapun ketinggian air bervariasi. Mulai dari atas mata kaki hingga sepinggang orang dewasa, terlebih di gang-gang sempit dan bantaran sungai. 

Luapan Sungai Barabai juga membawa sampah berupa ranting pohon dan bambu. Bahkan sampah sempat menutup aliran air, karena tersangkut di bawah jembatan. 

"Banjir sudah berdampak sekali. Kami pedagang di pasar tidak bisa berjualan," papar salah seorang pedagang di Pasar Barabai, Kastan, dikutip dari Antara.

Sementara Bupati HST, Samsul Rizal, terlihat turun langsung memantau banjir di sejumlah titik. 

"Secepatnya kami menyelesaikan persoalan sampah pohon yang menumpuk. Kalau sungai tertutup, aliran pasti terhambat. Ini  yang membuat kawasan perkotaan terendam," papar Rizal.

Mengutip laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Batu Benawa, Barabai, dan Pandawan. 

Seiring penurunan intensitas hujan, debit air di Batu Benawa dilaporkan mulai berangsur surut. Namun di Barabai dan Pandawan, air terpantau masih mengalami kenaikan. 

“Kami meminta warga agar tetap tenang dan tidak panik, tetapi senantiasa meningkatkan kewaspadaan," beber Fitriadinnor, Kasi Kedaruratan BPBD dan Damkar HST.

Berikut rincian wilayah terdampak banjir di HST:

Kecamatan Batu Benawa
1. Desa Aluan Besar
- 373 rumah terdampak
- 373 kepala keluarga
- 1.029 jiwa
- Langgar Al-Anshar dan Kantor Desa Aluan Besar turut terdampak
- Tinggi air di jalan umum sekitar 20 hingga 40 sentimeter. 

2. Desa Paya Besar
- 281 rumah terdampak
- 300 kepala keluarga
- 860 jiwa
- SDN Paya Besar terdampak
- Tinggi air 10 hingga 60 sentimeter

Kecamatan Barabai
1. Kelurahan Barabai Darat
- 650 rumah terdampak
- 350 rumah terendam
- 650 kepala keluarga
- 1.967 jiwa terdampak
- 1.035 jiwa berada di rumah terendam
- 5 fasilitas ibadah, 6 sekolah dan 4 kantor terdampak
- Tinggi air pekarangan mencapai 85 sentimeter
- Seorang warga dievakuasi ke rumah kerabat. 

2. Kelurahan Barabai Timur
- 160 rumah terdampak
- 25 rumah terendam
- 160 kepala keluarga
- 380 jiwa
- Sebuah fasilitas ibadah dan sekolah, serta 2 kantor terdampak
- Tinggi air dalam rumah mencapai 50 sentimeter

3. Kelurahan Barabai Selatan
- 59 rumah terdampak
- 61 kepala keluarga
- 187 jiwa
- Tinggi air jalan umum sekitar 15 hingga 45 sentimeter

4. Kelurahan Barabai Utara
- 73 rumah terdampak
- 73 kepala keluarga
- 224 jiwa
- MAN 1 HST, SD Barabai Utara dan MIN 8 HST terdampak
- Tinggi air jalan umum mencapai 50 sentimeter

5. Kelurahan Bukat
- 142 rumah terdampak
- 155 kepala keluarga
- 390 jiwa
- 3 kantor terdampak
- Tinggi air pekarangan mencapai 30 sentimeter

6. Desa Mandingin
- 40 rumah terdampak
- 40 kepala keluarga
- 133 jiwa
- MAN 2 HST, MTsN 2 HST, SDN 3 Mandingin dan PAUD Teratai terdampak
- Masjid Al-Huda dan Langgar Darul Huda turut terdampak
- Kantor DLHP, KUA Barabai dan Kemenag HST ikut terdampak

7. Desa Pajukungan
- 28 rumah terdampak
- Tinggi air pekarangan mencapai 50 sentimeter

Kecamatan Pandawan
1. Desa Kayu Rabah
- 39 rumah terdampak
- 10 rumah terendam
- Sebuah fasilitas ibadah dan sekolah terdampak
- Tinggi air dalam rumah sekitar 5 sentimeter

2. Desa Jaranih
- 391 rumah terdampak
- 26 rumah terendam
- 449 kepala keluarga
- 1.344 jiwa terdampak
- 93 jiwa berada di rumah terendam
- 2 fasilitas ibadah dan sebuah kantor terdampak

3. Desa Masiraan
- 227 rumah terdampak
- 227 kepala keluarga
- 690 jiwa
- Sebuah fasilitas ibadah dan kantor terdampak

4. Desa Palajau
- 26 rumah terdampak
- Tinggi air pekarangan mencapai 25 sentimeter.