Digelar Sejak 1982, Tradisi Sedekah Bumi Menjadi Perekat Warga Waringin Kencana Batola

Tradisi sedekah bumi kembali digelar masyarakat Desa Waringan Kencana, Kecamatan Wanaraya, Barito Kuala (Batola), Rabu (01/10/2025) pagi.

Oct 1, 2025 - 21:29
Oct 1, 2025 - 22:57
Digelar Sejak 1982, Tradisi Sedekah Bumi Menjadi Perekat Warga Waringin Kencana Batola
Makan bersama dari beberapa nampan menjadi salah satu ciri khas tradisi sedekah bumi yang digelar masyarakat Desa Waringan Kencana di Kecamatan Wanaraya. Foto: Kabar Kalsel

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Tradisi sedekah bumi kembali digelar masyarakat Desa Waringan Kencana, Kecamatan Wanaraya, Barito Kuala (Batola), Rabu (01/10/2025) pagi. 

Kegiatan yang telah menjadi budaya sejak 1982 tersebut dilaksanakan selepas panen dan menjelang musim tanam sebagai wujud syukur atas nikmat Allah SWT, sekaligus momen doa bersama agar pertanian selalu diberkahi.

“Alhamdulillah hasil panen kemarin lumayan bagus. Selanjutnya semoga tanaman berikutnya diberikan keberkahan dan hasil yang lebih baik lagi,” jelas Samuji, Kepala Desa Waringan Kencana.

Dalam sedekah bumi tersebut, warga menampilkan berbagai hasil pertanian seperti padi dan beragam hortikultura. Selanjutnya ratusan warga dari anak-anak hingga orang tua bersama-sama menyantap hidangan yang disediakan dalam beberapa nampan.

Meski sedekah bumi dibawa dari Indramayu, Jawa Barat, warga Waringin Kencana yang merupakan eks transmigrasi dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk warga lokal Banjar, tetap kompak menjalankan tradisi.

Sekitar 50 persen warga Waringin Kencana adalah petani padi. Sedangkan sisanya menekuni usaha perkebunan sawit, karet, dan hortikultura.

"Sekarang usaha pertanian semakin modern dengan peralatan mekanis dan dukungan Brigade Pangan Mitra Tani, ditambah perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT). Sedangkan BUMDes melayani kebutuhan pupuk subsidi dan berperan dalam pembelian padi milik petani," beber Samuji.

Sementara Camat Wanaraya, Arie Deny Wahyudi mengapresiasi pelestarian budaya sedekah bumi yang digelar masyarakat Waringin Kecana secara turun-temurun.

Tradisi sedekah bumi kembali digelar masyarakat Desa Waringan Kencana, Kecamatan Wanaraya, Rabu (01/10/2025) pagi. Foto: Kabar Kalsel

"Tradisi sedekah bumi tidak hanya menjadi momen doa dan syukur, tetapi juga sarana mempererat persatuan dan gotong royong. Semoga panen selanjutnya semakin melimpah,"  ungkap Deny.

Di sisi lain, sedekah bumi juga menegaskan status Waringin Kencana sebagai salah satu sentra tanaman pangan dan hortikultura di Wanaraya.

Adapun luas tanam padi di Waringin Kencana mencapai 325 hektare, ditopang dengan optimalisasi lahan seluas 175 hektare yang ditanami varietas unggul.

"Dari total 13 desa di Wanaraya, hanya 6 desa yang masih mempertahankan tanaman padi sebagai komoditas utama," sahut Sukiran, Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Wanaraya.

"Keenam desa tersebut adalah Tumih, Waringin Kencana, Pinang Habang, Simpang Jaya, Roham Raya dan Kolam Kiri. Makanya kami berharap lahan pertanian yang sudah tersedia tidak dialihfungsikan," sambungnya.

Salah satu penyebab situasi tersebut adalah kontur lahan, "Lahan yang tinggi tidak mungkin dipaksakan menanam padi dua kali setahun. Kami pernah mencoba beberapa tahun menanam padi di Dwipasari atau Kolam Makmur, tapi hampir selalu gagal panen," tukas Sukiran.

"Oleh karena air yang terlalu asam dan tidak sampai ke permukaan sawah, akhirnya lahan ditanami sawit. Namun demikian, kebutuhan pangan masih dapat ditopang desa yang lain seperti Tumih atau Waringin Kencana," tutupnya.