Jalan Anjir Pasar–Marabahan Belum Tuntas, Warga Banyiur dan Gandaria Minta Percepatan Perbaikan
Tidak kunjung diperbaiki, kerusakan Jalan Anjir Pasar-Marabahan di ruas Desa Banyiur dan Gandaria semakin parah.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Tidak kunjung diperbaiki, kerusakan Jalan Anjir Pasar-Marabahan di ruas Desa Banyiur dan Gandaria semakin parah.
Penanganan Jalan Anjir Pasar-Marabahan sepanjang kurang lebih 37 kilometer tersebut dilakukan secara bertahap oleh Pemprov Kalimantan Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sejak Juli 2023.
Sempat terhenti selama kurang lebih setahun, kembali dilakukan perbaikan di ruas jalan yang melintasi Desa Kolam Kiri Dalam dan Desa Kolam Kanan di Kecamatan Barambai, sepanjang kurang lebih 5 kilometer.
Tidak hanya jalan. Jembatan yang menghubungkan Kolam Kanan dengan Desa Sungai Raya, Kecamatan Cerbon, juga termasuk diperbaiki.
Total anggaran yang dikeluarkan dari APBD Kalsel untuk perbaikan jalan dan jembatan tersebut sebesar Rp37 miliar. Rinciannya Rp10 miliar untuk perbaikan jembatan dan Rp27 miliar digunakan memperbaiki jalan.
Namun demikian, masih tersisa jalan yang belum ditangani sepanjang sekitar 3,73 kilometer. Jalan ini melintasi Desa Banyiur dan Gandaria di Kecamatan Anjir Pasar.
Oleh karena belum ditangani, tingkat kerusakan terus meningkat dari hari ke hari. Ditambah pengaruh hujan dan dilintasi kendaraan angkutan bertonase besar, jalan pun dipenuhi lubang yang cukup besar dan dalam.
"Khusus di Banyiur, jalan yang rusak sepanjang sekitar 2 kilometer," papar Kepala Desa Banyiur, Zamzami, awal pekan lalu.
"Sudah sering pengendara motor terjatuh, terutama yang membawa banyak barang seperti pedagang sayur. Sejumlah anak sekolah juga pernah mengalami kecelakaan," imbuhnya.
Rencana perbaikan sebenarnya sudah tersiar. Akan tetapi sampai sekarang, realisasi pekerjaan belum juga terlihat. Dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah, mengingat sudah memasuki musim hujan.
"Kami hanya berharap perbaikan cepat terlaksana, karena kerusakan sudah meluas," sahut Masyadi, Kepala Desa Gandaria.
Sementara Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Robby Cahyadi, ketika dikonfirmasi terpisah menegaskan perbaikan akan dilakukan melalui APBD 2025.
"Anggaran perbaikan sudah masuk APBD Perubahan 2025. Memang belum berkontrak, tetapi kami berharap pekerjaan akan selesai di akhir 2025," tegasnya.