Kadar Garam Melonjak, PAM Bandarmasih Pangkas Debit Distribusi Air Bersih

Warga Banjarmasin perlu bersiap menghadapi pengurangan pasokan air bersih dalam beberapa pekan mendatang.

Aug 10, 2026 - 21:55
Aug 10, 2026 - 22:03
Kadar Garam Melonjak, PAM Bandarmasih Pangkas Debit Distribusi Air Bersih
Petugas PAM Bandarmasih melakukan monitoring intrusi air laut di titik pengambilan air baku yang berdekatan dengan intake Sungai Bilu. Foto: PAM Bandarmasih

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN – Warga Banjarmasin perlu bersiap menghadapi pengurangan pasokan air bersih dalam beberapa pekan mendatang. 

Puncak musim kemarau memicu intrusi air laut yang membuat kadar garam air baku PT Air Minum (PAM) Bandarmasih melonjak hingga 1.119 parts per million (ppm).

Lonjakan tersebut jauh di atas ambang kadar garam untuk air yang didistribusikan kepada masyarakat. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 492 Tahun 2010, kadar garam yang diperbolehkan berada di angka 250 ppm.

Kondisi itu membuat PAM Bandarmasih harus mengambil langkah cepat. Operasional Intake Sungai Bilu untuk sementara dihentikan, karena kualitas air baku tidak memungkinkan diolah dan didistribusikan seperti kondisi normal.

Akibatnya terjadi penyesuaian distribusi terjadi di beberapa kawasan. Seperti di Banjarmasin Barat, debit distribusi mengalami penurunan sekitar 40 persen. Sementara distribusi menuju booster S Parman yang melayani Alalak turun sekitar 39 persen.

Penurunan debit juga terjadi di Banjarmasin Timur sebanyak 10 persen. Sedangkan Banjarmasin Selatan mengalami penurunan sekitar 36 persen. Adapun pelayanan di Banjarmasin Utara melalui Banua Anyar juga ikut terdampak.

“Kami mohon maaf atas kondisi yang terjadi. Kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memaksimalkan pengolahan dan distribusi air kepada pelanggan,” papar Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, Senin (10/08/2026).

"Sembari berharap hujan segera turun, kami mengimbau agar pelanggan bijak dalam menggunakan air sesuai kebutuhan saja. Juga mulai menampung air di rumah sebagai langkah antisipasi selama kondisi air baku terbatas," tambahnya.

PAM Bandarmasih tidak hanya melakukan penyesuaian pola distribusi. Mereka juga mulai mengoptimalkan sumber air alternatif untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat.

"Kami akan mengoptimalkan transfer air dari IPA 2 Pramuka menuju IPA 1 Sungai Bilu," beber Irwan Firwana selaku Direktur Operasional PAM Bandarmasih.

IPA 2 Pramuka memiliki total debit sekitar 5.500 meter kubik per jam. Kemudian sekitar 1.000 meter kubik per jam dapat ditransfer menuju IPA 1 Sungai Bilu.

"Dengan skema tersebut, debit pelayanan IPA 1 masih dapat dimaksimalkan hingga sekitar 1.750 meter kubik per jam," jelas Irwan.

Seandainya kondisi memburuk, PAM Bandarmasih menurunkan armada mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan pelanggan yang terdampak.

“Kalau kondisi Sungai Bilu belum memungkinkan beroperasi, kami juga menyiapkan armada mobil tangki untuk membantu distribusi kepada pelanggan,” tutup Irwan.