Karhutla hingga Tragedi Virgo Transport 8, Banjarmasin Meniadakan Kemeriahan Harjad ke-500

Usia 500 tahun biasanya menjadi alasan sebuah kota untuk berpesta. Namun Hari Jadi (Harjad) ke-500 Banjarmasin yang diperingati 26 September 2026 akan berlangsung tanpa sejumlah agenda hiburan dan kemeriahan.

Sep 17, 2026 - 17:11
Sep 18, 2026 - 02:11
Karhutla hingga Tragedi Virgo Transport 8, Banjarmasin Meniadakan Kemeriahan Harjad ke-500
Wali Kota H Muhammad Yamin HR memberikan pernyataan resmi yang berisi keputusan meniadakan agenda hiburan dan kemeriahan Hari Jadi ke-500 Banjarmasin. Foto: Prokom Banjarmasin

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Usia 500 tahun biasanya menjadi alasan sebuah kota untuk berpesta. Namun Hari Jadi (Harjad) ke-500 Banjarmasin yang diperingati 26 September 2026 akan berlangsung tanpa sejumlah agenda hiburan dan kemeriahan.

Pemkot Banjarmasin memutuskan meniadakan kegiatan hiburan dalam rangkaian hari jadi, seiring sejumlah musibah yang masih dirasakan masyarakat,

Mulai dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan dan persoalan air bersih, hingga musibah KM Virgo Transport 8 tujuan Banjarmasin di Laut Jawa, gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, dan erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Kami sangat memahami banyak pihak yang sudah mempersiapkan diri, bahkan menggantungkan harapan kepada rangkaian kegiatan hari jadi tersebut," papar Wali Kota H Muhammad Yamin HR dalam pernyataan resmi, Kamis (17/09/2026).

"Namun dengan penuh pertimbangan dan rasa empati, rangkaian perayaan yang bersifat hiburan dan kemeriahan ditiadakan," tegasnya.

Meski kegiatan hiburan dan kemeriahan ditiadakan, kebijakan tersebut diyakini tidak mengurangi makna perjalanan panjang Banjarmasin yang telah mencapai usia 500 tahun atau 5 abad.

"Sebuah kota tidak hanya menjadi besar, karena sebuah kemeriahan perayaan. Sebuah kota menjadi besar karena hati seluruh masyarakat," beber Yamin.

Selanjutnya perhatian perlu diarahkan kepada masyarakat terdampak musibah, keluarga korban yang masih menunggu, korban dalam pencarian, serta petugas dan relawan di lapangan.

"Hari Jadi ke-500 Banjarmasin tetap menjadi momentum untuk bergandeng tangan, saling menguatkan, dan mendoakan saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah," papar Yamin.

"Ada waktu untuk merayakan, ada waktu untuk saling menguatkan. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Indonesia," tutupnya.