Surfaktan Polda Kalsel Mulai Dicoba Polres Batola, Bara Karhutla Langsung Padam

Untuk kali pertama Polres Barito Kuala (Batola) menjajal penggunaan surfaktan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Cahaya Baru, Kecamatan Jejangkit, Rabu (16/09/2026) sore.

Sep 16, 2026 - 21:29
Sep 16, 2026 - 21:29
Surfaktan Polda Kalsel Mulai Dicoba Polres Batola, Bara Karhutla Langsung Padam
Kapolres Batola AKBP Susilawati bersama Bupati H Bahrul Ilmi mengarahkah selang air berisi cairan surfaktan ke lahan gambut yang terbakar di Desa Cahaya Baru, Kecamatan Jejangkit, Rabu (16/09/2026). Foto: Kabar Kalsel

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Untuk kali pertama Polres Barito Kuala (Batola) menjajal penggunaan surfaktan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Cahaya Baru, Kecamatan Jejangkit, Rabu (16/09/2026) sore.

Proses pemadaman dilakukan puluhan personel dari berbagai kesatuan, termasuk sejumlah relawan pemadam kebakaran dari Jejangkit dan Mandastana.

Adapun surfaktan tersebut merupakan inovasi dan bantuan Polda Kalimantan Selatan. Adapun Polres Batola mendapat kesempatan pertama yang menjajal inovasi ini di luar Banjarbaru.

Sebelumnya surfaktan telah diujicoba Polda Kalsel di atas lahan gambut seluas 900 hektare di Pengayuan, Banjarbaru, Jumat (04/09/2026) malam. 

Surfaktan yang menggunakan bahan dasar minyak nabati seperti turunan Metil Ester Sulfonat (MES), bekerja membasahi lapisan gambut lebih cepat, meresap ke tanah, dan membentuk lapisan busa di permukaan. 

Kapolres AKBP Susilawati dibantu Kasat Polairud AKP Khairin Aplani menggunakan peat injector untuk menyuntikkan cairan surfaktan ke dalam lahan gambut. Foto: Kabar Kalsel

Dengan penggunaan 1 liter surfaktan berbanding 100 liter air, pemadaman bara api di bawah permukaan tanah menjadi jauh lebih cepat. Pun penggunaan air juga lebih efesien dibandingkan cara biasa.

Kemudian agar lebih efektif, surfaktan yang sudah bercampur dengan air disuntikkan menggunakan peat injector atau pipa tajam seperti tombak yang ditancapkan ke tanah untuk menyiram bara api di bawah permukaan.

"Kami berterima kasih atas atensi dan bantuan Kapolda Kalsel, karena Polres Batola mendapat kesempatan pertama dalam ujicoba surfaktan dibandingkan jajaran lain," ungkap Kapolres AKBP Susilawati yang memimpin pemadaman di Cahaya Baru.

"Sesuai karakteristik lahan gambut, pemadaman harus dilakukan sampai ke bagian dalam tanah agar api tidak muncul kembali. Selama digunakan dengan takaran yang sesuai, surfaktan cukup efektif memadamkan api," imbuhnya.

Proses pencampuran surfaktan dengan air untuk pemadaman karhutla di Desa Cahaya Baru, Kecamatan Jejangkit, Rabu (16/09/2026). Foto: Kabar Kalsel

Selain di Jejangkit, surfaktan juga akan digunakan Polres Batola dalam pemadaman karhutla di kecamatan lain, terutama api yang sudah mendekati pemukiman.

"Mengingat surfaktan masih sulit didapatkan, diharapkan pelaksana di lapangan benar-benar memahami aturan pemakaian agar hasil yang diperoleh lebih maksimal," tegas Susilawati.

Sementara Bupati H Bahrul Ilmi dalam kesempatan yang sama mengapresiasi bantuan surfaktan dan peat injector dari Kapolda Kalsel, mengingat kejadian karhutla di Batola terbilang tinggi. 

"Setelah dilakukan uji coba, surfaktan terlihat efektif memadamkan api hingga bawah permukaan tanah," ungkap Bahrul.

"Mudahan penggunaan surfaktan membuat kejadian karhutla semakin menurun, dan masyarakat tidak terlalu lama terdampak," tutupnya.