Kembali Dibuka, Ratusan Pendaki Mulai Memadati Gunung Halau-Halau HST
Ratusan pendaki dari berbagai daerah mulai memadati Gunung Halau-Halau di Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Hulu Sungai Tengah (HST).
KABARKALSEL.COM, BARABAI - Ratusan pendaki dari berbagai daerah mulai memadati Gunung Halau-Halau di Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Hulu Sungai Tengah (HST).
Pendaki dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan maupun provinsi lain mulai berdatangan, setelah pendakian Gunung Halau-Halau kembali dibuka sejak 4 April 2025.
"Lebih dari 200 pendaki yang telah teregistrasi di Basecamp Gunung Halau-Halau," jelas Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Halau-Halau, Rudinor, dikutip dari Antara, Senin (07/04/2025).
Diketahui pendakian ke puncak setinggi 1.901 meter di permukaan laut (mdpl) itu sempat beberapa waktu tutup, serta masih dalam momen libur Idulfitri 1446 Hijriah.
Terlebih Gunung Halau-Halau memiliki daya tarik tersendiri seperti pendakian yang melewati hutan belantara, hutan lumut dan hewan endemik.
Baca Juga: Pendakian di Gunung Halau-Halau HST Ditutup, Ternyata Ini Penyebabnya
Kemudian titik awal ketinggian pendakian atau desa terakhir dimulai dari 200 mdpl. Ini berbeda dengan gunung kebanyakan yang dimulai dari titik 1.000 samapi 1.500 mdpl.
"Selain mendaki gunung, banyak pendaki yang menjelajahi Desa Juhu sebagai desa tertinggi di Kalsel," beber Rudinor.
Untung mencapai puncak tertinggi di Pegunungan Meratus itu, para pendaki juga diharuskan mematuhi aturan pengelola.
Seperti kewajiban registrasi, larangan membawa barang tertentu dan pemeriksaan sampah pendaki setelah melalukan summit.
"Aturan itu dibuat agar Gunung Halau-Halau tetap bersih, aman dan lestari. Terlebih tugas menjaga alam merupakan tanggung jawab bersama," tutup Rudinor.