Komisi I DPRD Batola Dorong Percepatan Pemerataan SPPG

Komisi I DPRD Barito Kuala (Batola) mendorong lebih banyak penerima manfaat Makanan Bergizi Gratis (MBG), menyusul pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa (18/11/2025).

Nov 18, 2025 - 18:01
Nov 19, 2025 - 09:51
Komisi I DPRD Batola Dorong Percepatan Pemerataan SPPG
Ketua Komisi I DPRD Batola, Hj Arfah, meninjau operasional SPPG Danda Jaya bersama Asisten II Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab), Joko Sumitro, Selasa (18/11/2025). Foto: Kabar Kalsel

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Komisi I DPRD Barito Kuala (Batola) mendorong lebih banyak penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Selasa (18/11/2025).

SPPG yang baru dibuka berlokasi di Desa Danda Jaya, Kecamatan Rantau Badauh, dengan Yayasan Alif Selera Mandiri sebagai pengelola.

Adapun seremonial pembukaan dilakukan Bupati Batola yang diwakili Asisten II Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab), Joko Sumitro, sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG Batola.

Operasional SPPG di Danda Jaya sendiri sekaligus memperlihatkan progres positif MBG di Bumi Selidah. Tercatat 30 SPPG mulai dibangun, termasuk yang sudah beroperasi di Anjir Pasar dan Rantau Badauh.

Ditambah 39 SPPG di kawasan Terpencil, Terluar, dan Tertinggal (3T), sehingga total keseluruhan dapur MBG di Batola mencapai 69 unit.

“Alhamdulillah SPPG kedua sudah dibuka di Batola. Mudahan semuanya berjalan sesuai rencana,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Batola, Hj Arfah, seusai peresmian SPPG Danda Jaya.

"Beberapa SPPG lain di Alalak dan Wanaraya juga direncanakan segera beroperasi. Kalau semua SPPG sudah running, tentu akan semakin banyak penerima manfaat yang dapat tercakup,” tambah legislator dari Partai Gerindra ini.

Namun demikian, seluruh pihak terkait diingatkan agar berhati-hati dalam pelaksanaan program. Berkaca kepada sejumlah kejadian buruk di daerah lain, kasus keracunan MBG lebih banyak dipicu kelalaian dalam penyajian makanan.

“Semua pihak harus benar-benar mengikuti standar penyajian makanan. Peran tenaga ahli gizi dan pengawas di setiap SPPG harus optimal,” tegas Arfah.

“Tentunya kami tidak ingin terjadi insiden yang merugikan masyarakat, khususnya penerima manfaat MBG. Makanya pemenuhan standar, kehati-hatian, dan kualitas pelayanan harus menjadi prioritas,” imbuhnya.

Petugas SPPG Danda Jaya mulai mendistribusikan paket MBG kepada penerima manfaat di Kecamatan Rantau Badauh. Foto: Kabar Kalsel

Dalam pekan pertama dan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN), SPPG Danda Jaya melayani 1.000 penerima manfaat. Mereka merupakan murid SMA Negeri 1 Rantau Badauh dan SMP Negeri 2 Rantau Badauh.

Kemudian SD Negeri 1, 2, 3 dan 4 Danda Jaya, Kelompok Belajar (KB) Cerdas dan Mangga Danda Jaya, serta TK Cerdas Danda Jaya.  

"Selanjutnya mulai pekan kedua, penerima manfaat ditambah menjadi 1.500 orang sampai mencakup lebih dari 2.000 orang di pekan-pekan berikutnya," jelas Rudi Riyanto, Ketua Yayasan Alif Selera Mandiri.

Pendistribusian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama mulai pukul 07.30 hingga pukul 08.00 Wita diperuntukkan murid KB, TK dan SD. Tahap kedua khusus murid SMP dan SMA, didistribusikan mulai pukul 10.30 hingga 11.00 Wita.

"Kalau sesuai data yang terdaftar, kami akan melayani 2.350 penerima manfaat, belum termasuk ibu menyusui, ibu hamil dan balita," tutup Rudi. 

Sementara SPPG pertama di Batola yang berlokasi di Desa Anjir Pasar Lama, Kecamatan Anjir Pasar, telah beroperasi sejak 10 November 2025 lalu.

Operasional SPPG Anjir Pasar mencakup 1.660 murid yang tersebar di KB Cempaka, Bina Lestari, Tunas Bangsa dan Tunas Harapan.

Selanjutnya SD Negeri Anjir Pasar Lama 1, Anjir Pasar Lama 2, Anjir Pasar Kota II 1, Anjir Pasar Kota II 2, Anjir Pasar Kota 1, Anjir Pasar Kota 2, Anjir Seberang Pasar, Anjir Seberang Pasar II 1, Anjir Seberang Pasar II 2, MIS Arrusyda dan Asassusalam, serta SMP Negeri 1 dan SMA Negeri 1 Anjir Pasar.