Kronologis Pembunuhan di Pulau Sewangi Batola, Korban Diserang Ketika Nonton YouTube

Masih belum terungkap motif pembunuhan di Desa Pulau Sewangi, Kecamatan Alalak, Barito Kuala (Batola), Minggu (18/01/2026). Namun yang pasti, korban berinisial AM diserang dari arah belakang

Jan 18, 2026 - 23:01
Jan 19, 2026 - 02:41
Kronologis Pembunuhan di Pulau Sewangi Batola, Korban Diserang Ketika Nonton YouTube
Pelaku JH ketika ditangkap personel Polsek Alalak bersama warga setempat, setelah menghabisi sang kakek di Desa Pulau Sewangi, Kecamatan Alalak, Minggu (18/1). Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Masih belum terungkap motif pembunuhan di Desa Pulau Sewangi, Kecamatan Alalak, Barito Kuala (Batola), Minggu (18/01/2026). Namun yang pasti, korban berinisial AM diserang dari arah belakang

Korban yang sudah berusia 79 tahun, tewas di tangan sang cucu berinisial JH (26) sekitar pukul 08.00 Wita. Padahal korban sudah berbaik hati menampung pelaku setidaknya selama 15 hari terakhir. 

Bukan berterima kasih, pelaku malah tega menghabisi korban ketika sedang menonton video YouTube melalui ponsel di ruang tengah rumah.

"Pelaku masuk dari pintu belakang sembari membawa parang," papar Kapolres Batola AKBP Anib Bastian, melalui Kasi Humas AKP Ma'rum.

"Selanjutnya pelaku menebas leher korban dari belakang. Kemudian menebas pundak kiri dan pergelangan tangan kiri korban,"  sambungnya.

Berita Terkait: Pria di Alalak Batola Tega Bunuh Kakek Sendiri, Polisi Selidiki Dugaan ODGJ

Tidak lama berselang, anak korban berinisial HD (pelapor) masuk ke rumah dan melihat sang ayah sudah tergeletak bersimbah darah. Adapun pelaku masih berada di dekat korban.

"Melihat pelaku masih memegang parang, pelapor lantas meminta bantuan warga sekitar. Kemudian datang seorang warga bernama Zainal yang mencoba menasehati pelaku," jelas Ma'rum.

Setelah pelaku agak lengah, Zainal mengambil parang tersebut dan mengikat pelaku menggunakan tali. Selanjutnya anak korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Alalak untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Dikabarkan bahwa pelaku merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ). Namun demikian, polisi tidak begitu saja memercayai informasi tersebut.

"Terkait dugaan ODGJ, kami masih melakukan pemeriksaan lanjut dengan dokter kejiwaan. Sampai sejauh ini pun pihak keluarga belum mengetahui riwayat kontrol kejiwaan JH," tukas Kapolsek Alalak Iptu Fakhri Safrizal Wiratama.