Masjid Terendam Banjir, Warga Tanipah Batola Salat Jumat ke Desa Tetangga
Banjir yang merendam Desa Tanipah, Kecamatan Mandastana, Barito Kuala (Batola), mulai berdampak terhadap aspek kehidupan beragama masyarakat setempat.
KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Banjir yang merendam Desa Tanipah, Kecamatan Mandastana, Barito Kuala (Batola), mulai berdampak terhadap aspek kehidupan beragama masyarakat setempat.
Terdampak peningkatan curah hujan dan kiriman kabupaten tetangga, Tanipah menjadi salah satu desa di Mandastana yang terendam banjir dalam sepekan terakhir.
Mengutip data terakhir, sebanyak 280 rumah yang ditempati 318 kepala keluarga terendam air dengan ketinggian antara 20 hingga 30 sentimeter. Sementara di halaman dan jalan desa, air bisa mencapai 60 sentimeter.
Tidak hanya rumah, fasilitas umum juga terdampak. Bahkan SDN Tanipah 1 dan TK Kartini memberlakukan Belajar Dari Rumah (BDR), karena air di dalam ruangan kelas mencapai tidak kurang 20 sentimeter.
Banjir juga membatasi aktivitas keagamaan masyarakat. Masjid Nidaul Khairat yang biasanya dipenuhi jemaah salat wajib maupun kegiatan keagamaan lain, sekarang terlihat lengang lantaran digenangi air setinggi hingga 20 sentimeter.
Berita Terkait:
Tak Sekadar Patroli, Polres Batola Bantu Warga Terdampak Banjir di Jejangkit
Banjir Kembali Melanda Jejangkit Batola, Rumah Warga Terendam Hingga 40 Sentimeter
Sedianya pengurus masjid sudah membuat apar-apar agar salat berjemaah tetap dapat dilakukan. Namun keterbatasan anggaran membuat tempat salat darurat ini hanya dapat diisi 6 hingga 8 jemaah.
"Kalau jumlah jemaah sudah cukup, terpaksa warga yang datang belakangan pulang ke rumah atau menunggu," ungkap Kepala Desa Tanipah, Masrani, Jumat (09/01/2026).
"Salat Jumat sudah tidak mungkin lagi dilaksanakan di Masjid Nidaul Khairat. Kalau masjid lain yang terdekat sekitar 2 kilometer di Desa Bangkit Baru," imbuhnya.
Berdasarkan data terhimpun, sebanyak 13 dari 14 desa di Kecamatan Mandastana terdampak banjir dengan rincian 2.466 rumah atau 2.820 kepala keluarga.
Terbanyak di Desa Tabing Rimbah dengan 382 rumah/427 kepala keluarga, Tanipah 280 rumah/318 kepala keluarga, Tatah Alayung 269 rumah/293 kepala keluarga, Puntik Luar 256 rumah/314 kepala keluarga, dan Puntik Tengah 243 rumah/297 kepala keluarga.
Mengingat air belum memperlihatkan tanda-tanda berkurang, warga pun berharap bantuan yang memadai untuk mengurangi beban hidup selama beberapa hari kedepan.
"Memang kemarin Bupati Batola sudah meninjau dan membawa bantuan. Namun bantuan yang diberikan cuma cukup untuk beberapa orang," beber Ebiet Priadi, salah seorang warga setempat.