Meski Minim Fasilitas, Atlet Panjat Tebing Batola Mampu Bersaing di Kejurprov KU Kalsel
Meski dihadapkan dengan keterbatasan fasilitas latihan, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Barito Kuala (Batola) berhasil menorehkan prestasi di Kejurprov Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) Kalimantan Selatan 2026.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Meski dihadapkan dengan keterbatasan fasilitas latihan, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Barito Kuala (Batola) berhasil menorehkan prestasi di Kejurprov Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) Kalimantan Selatan 2026.
Berlangsung di Dinding Panjat GOR Hasanudin HM Banjarmasin, Kamis hingga Minggu (21–24/05/2026), FPTI Batola sukses menempati posisi keenam klasemen akhir perolehan medali dengan 2 emas.
Capaian tersebut menjadi peringkat tertinggi yang berhasil diraih FPTI Batola dalam beberapa tahun terakhir.
Prestasi Batola ditopang pemanjat muda berbakat Fathur Rahman yang memborong seluruh emas di nomor speed world record U-17 putra dan boulder U-17 putra.
Sedangkan dua atlet Batola di nomor sama, Arya dan Muhammad Erpan, sebenarnya juga tak kalah gemilang. Namun kedua siswa SMPN 5 Marabahan ini belum mampu meraih medali.
Arya finis di posisi empat boulder U-17 putra dan dan lead U-17 putra. Sedangkan Erpan menempati posisi enam nomor lead U-17 putra.
Adapun pemanjat Batola yang lebih muda lagi, Muhammad Nur Febrian, berada di posisi empat boulder U-15 putra. Sementara Muhammad Misran di nomor speed world record U-17 putra, gugur di kualifikasi.
Ketua Umum FPTI Batola, Syarif Faisal, melalui Sekretaris Umum Agus Herryadi menggarisbawahi prestasi tersebut di tengah keterbatasan fasilitas latihan para atlet.
“Ini menjadi bukti keseriusan kami dalam pembinaan dan pencapaian prestasi. Semoga hasil yang diperoleh bisa menyadarkan para pejabat pemegang kebijakan untuk lebih memperhatikan keberadaan FPTI Batola,” papar Agus.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, melalui Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) dan KONI Batola untuk peningkatan fasilitas latihan,” imbuhnya.
Sementara Kepala Disporbupar Batola, Sirpan, menyatakan rasa bangga dan bersyukur atas capaian yang telah diraih FPTI Batola.
“Alhamdulillah prestasi yang membanggakan. Semoga kedepan mampu melanjutkan prestasi ke tingkat nasional dan menjadi contoh yang baik untuk atlet lain,” sahut Sirpan.
Terkait kekurangan fasilitas latihan yang dialami para atlet, Disporbupar Batola berjanji akan mengupayakan secara bertahap.
“Kami akan mengupayakan secara bertahap. Tampaknya tidak bisa dimasukkan dalam APBD 2026, karena efisiensi anggaran. Hal serupa juga terjadi di kabupaten dan kota yang lain,” tutup Gazali.
Kejurprov Panjat Tebing KU Kalsel 2026 sendiri masih didominasi pemanjat-pemanjat Tanah Laut yang meraih 5 emas, 3 perak dan 1 perunggu.
Disusul Kotabaru dengan 4 emas, 2 perak dan 5 perunggu di peringkat kedua. Sedangkan Banjarbaru di peringkat ketiga dengan 2 emas, 4 perak dan 3 perunggu.
Banjar menghuni peringkat keempat dengan 2 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Diikuti Tabalong yang memperoleh 2 emas dan 1 perunggu.
Setelah Batola di peringkat keenam, bercokol Hulu Sungai Selatan di urutan ketujuh yang membawa pulang 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu.



