Digendong Sang Anak, Jemaah Haji Batola Berusia 102 Tahun Pulang dengan Senyum

Rona bahagia tak pernah lepas dari wajah H Sarmidin Kasrun Sahidin yang kembali ke Tanah Air, seusai menjalankan ibadah haji bersama jemaah haji Kloter BDJ 17 Debarkasi Haji Banjarmasin, Minggu (28/06/2026) pukul 14.55 Wita.

Jun 29, 2026 - 17:53
Jun 29, 2026 - 18:02
Digendong Sang Anak, Jemaah Haji Batola Berusia 102 Tahun Pulang dengan Senyum
H Sarmidin Kasrun Sahidin bersama H Kasrun Sahidin Abdullah sesaat setelah tiba di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Minggu (28/06/2026). Foto: Humas Kemenhaj Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Rona bahagia tak pernah lepas dari wajah H Sarmidin Kasrun Sahidin yang kembali ke Tanah Air, seusai menjalankan ibadah haji bersama jemaah haji Kloter BDJ 17 Debarkasi Haji Banjarmasin, Minggu (28/06/2026) pukul 14.55 Wita.

Senyum tersebut bukan tanpa makna. Kebahagiaan Sarmidin disebabkan telah mampu mendampingi sang ayah, H Kasrun Sahidin Abdullah, menunaikan ibadah haji. 

Bahkan dalam beberapa kesempatan, haji dari Kecamatan Wanaraya, Barito Kuala (Batola) tersebut menggendong sang ayah yang telah berusia 102 tahun agar dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

"Banyak sekali orang-orang baik yang membantu bapak saya," ungkap Sarmidin dikutip dari siniar Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalimantan Selatan, Senin (29/06/2026).

"Sejak awal keberangkatan, selama berada di Tanah Suci, hingga kembali ke Tanah Air, banyak yang membantu. Mulai dari petugas kloter, petugas kesehatan, pembimbing ibadah, sampai sesama jemaah. Kami benar-benar merasa tidak pernah sendirian," imbuhnya.

Perhatian petugas tidak hanya sebatas mendampingi pelaksanaan ibadah, tetapi juga memenuhi berbagai kebutuhan sehari-hari Kasrun dan jemaah lanjut usia lainnya.

Berita Terkait:

Berusia 102 Tahun, Mbah Kasrun Asal Batola Menginspirasi Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin

Haru dan Syukur Warnai Kepulangan Jemaah Haji Kloter 01 Embarkasi Banjarmasin

"Semua kebutuhan bapak selalu diperhatikan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, makanan yang sesuai dengan kondisi, popok dewasa, hingga bantuan berpindah tempat," beber Sarmidin. 

"Bahkan sebelum kami meminta bantuan, petugas sudah lebih dulu menanyakan kondisi bapak. Hal seperti itu sangat menyentuh hati kami," tuturnya.

Kendati sudah berusia 102 tahun, kondisi kesehatan Kasrun masih cukup baik. Kasrun masih mampu mandi, makan, berwudu, hingga berpakaian sendiri. Kendala utama hanya lutut yang mengalami pengapuran, sehingga sulit berjalan jauh.

Setiap kali harus menempuh jarak yang cukup jauh menuju bus atau lokasi ibadah di Tanah Suci, Sarmidin lebih memilih menggendong sang ayah.

"Saya tidak ingin jemaah lain harus menunggu terlalu lama, karena kondisi ayah. Menggendong beliau sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai anak," tegas Sarmidin.

Meski harus mengeluarkan tenaga ekstra, Sarmidin merasa seolah mendapatkan kesempatan langka untuk membalas kasih sayang orang tua.

"Saya merasa semuanya adalah kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk berbakti kepada bapak. Rasa lelah seperti hilang ketika melihat beliau tetap semangat beribadah," beber Sarmidin.

Berita Terkait:

Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Mulai Berangkat 24 April, Ini Jadwal Selengkapnya

Tiba dari Tanah Suci, Jemaah Haji HSS Wafat Sebelum Sempat Bertemu Keluarga di Rumah

"Apalagi bapak sudah menunggu kesempatan berhaji selama bertahun-tahun. Bisa mendampingi beliau hingga menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah adalah kebahagiaan yang tidak bisa diukur," tambahnya.

Kasrun sendiri lahir 1924 di Jawa Timur, kemudian mengikuti program transmigrasi ke Barito Kuala sejak 1979. Selanjutnya Kasrun dikenal sebagai petani yang tekun bertani dan berkebun. 

"Bapak juga disiplin menjaga ibadah, salat berjemaah, mengaji, dan berzikir. Kami bersyukur masih diberi kesempatan mendampingi beliau menunaikan Rukun Islam yang kelima," tegas Sarmidin.

"Atas nama keluarga, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh petugas haji. Semoga semua kebaikan mereka menjadi amal ibadah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT," tutupnya.

Kloter BDJ Debarkasi Banjarmasin membawa 359 jemaah dan petugas haji. Rinciannya jemaah Barito Kuala sebanyak 292 orang Banjarmasin 52 orang, Kotabaru 4 orang, Tabalong dan Hulu Sungai Utara (HSU) masing-masing 2 orang, serta 1 orang dari Tanah Bumbu.

Seiring kedatangan Kloter 17, jumlah haji Debarkasi Banjarmasin yang sudah pulang ke Tanah Air sebanyak 6.089 orang. Sementara Kloter 18 masih dalam perjalanan, sedangkan Kloter 19 dalam persiapan keberangkatan.