Papuyu Smart Diluncurkan, Budidaya Ikan Papuyu Banjar Masuk Era Digital

Budidaya ikan papuyu (betok) di Banjar mulai didorong masuk ke ekosistem yang lebih terintegrasi dan berbasis digital melalui inovasi Papuyu Smart.

Oct 2, 2026 - 13:04
Oct 9, 2026 - 00:09
Papuyu Smart Diluncurkan, Budidaya Ikan Papuyu Banjar Masuk Era Digital
Peluncuran Papuyu Smart oleh Bupati H Saidi Mansyur yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, H Ikhwansyah, Jumat (02/10/2026) pagi. Foto: Pemkab Banjar

KABARKALSEL.COM, MARTAPURA – Budidaya ikan papuyu (betok) di Banjar mulai didorong masuk ke ekosistem yang lebih terintegrasi dan berbasis digital melalui inovasi Papuyu Smart.

Inovasi yang digagas Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Banjar tersebut resmi diluncurkan di Guest House Sultan Sulaiman Martapura, Jumat (02/10/2026) pagi.

Peluncuran dilakukan Bupati H Saidi Mansyur yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Ikhwansyah, didampingi Kepala DKPP Sipliansyah Hartani.

Papuyu Smart sendiri menjadi bagian dari upaya Pemkab Banjar beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus memperbaiki tata kelola Kampung Budidaya Papuyu.

“Papuyu Smart merupakan salah satu langkah nyata untuk mentransformasi tata kelola Kampung Budidaya Papuyu,” ungkap Ikhwansyah.

Papuyu Smart juga tidak hanya mengandalkan pola kerja dan kolaborasi antarpihak. Inovasi ini juga dilengkapi Aplikasi Digital Papuyu Smart yang digunakan untuk mengelola data, memantau kegiatan budidaya, melihat indikator kinerja hingga menyediakan informasi sebagai bahan pengambilan keputusan.

Dengan sistem tersebut, data budidaya diharapkan lebih tertata dan mudah dipantau. Koordinasi antara pemerintah, penyuluh, pendamping dan pembudidaya juga dapat dilakukan lebih cepat.

"Keberadaan sistem berbasis data tersebut penting agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan," tambah Ikhwansyah.

"Kami juga berharap seluruh SKPD terkait mendukung penerapan inovasi tersebut sesuai tugas dan kewenangan masing-masing," sambungnya.

Sementara Sipliansyah Hartani menjelaskan Papuyu Smart berangkat dari gagasan pengembangan inovasi daerah yang sebelumnya telah dua kali meraih penghargaan inovasi daerah.

Melihat potensi pengembangan yang belum terjangkau menyeluruh, gagasan tersebut kemudian disempurnakan menjadi sebuah ekosistem budidaya ikan papuyu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Papuyu Smart mencakup seluruh rantai proses budidaya ikan papuyu, mulai dari pembenihan, pembesaran, pengolahan hasil panen hingga pemasaran berbasis digital,” jelas Sipliansyah.

Pendekatan dari hulu hingga hilir diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi ikan papuyu. Terlebih komoditas ini dikenal sebagai salah satu ikan bernilai tinggi dan banyak diminati masyarakat di Kalimantan.

“Langkah komprehensif ini diharapkan mampu mengoptimalkan nilai ekonomi ikan papuyu yang dikenal sebagai ikan sultan, karena banyak diminati," tutup Sipliansyah.