Perbaikan Oprit Jembatan di Ruas Jalan Simpang Handil Bakti–Margasari, Kendaraan Besar Dialihkan

Pengguna jalan yang melintasi ruas Jalan Simpang Handil Bakti–Marabahan–Margasari perlu bersiap menghadapi perubahan arus lalu lintas, khususnya kendaraan roda enam keatas.

Aug 8, 2026 - 17:32
Aug 11, 2026 - 01:32
Perbaikan Oprit Jembatan di Ruas Jalan Simpang Handil Bakti–Margasari, Kendaraan Besar Dialihkan
Jembatan Sungai Rangit di Kecamatan Cerbon juga akan menjalani perbaikan oprit mulai akhir Agustus hingga akhir November 2026. Foto: Kabar Kalsel

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Pengguna jalan yang melintasi ruas Jalan Simpang Handil Bakti–Marabahan–Margasari perlu bersiap menghadapi perubahan arus lalu lintas, khususnya kendaraan roda enam keatas.

Direncanakan rekayasa lalu lintas mulai akhir Agustus hingga akhir November 2026, seiring perbaikan oprit tiga jembatan utama. Salah satunya Jembatan Sungai Pelukan Besar di Desa Kaladan, Kecamatan Candi Laras Utara, Tapin.

Kemudian dua jembatan di Barito Kuala masing-masing Sungai Habaya di Desa Sungai Rasau, Kecamatan Rantau Badauh, dan Jembatan Sungai Rangit di Desa Simpang Nungki, Kecamatan Cerbon.

Dikutip dari siniar Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan, Sabtu (08/08/2026), rekayasa tersebut disiapkan bersama Forum Lalu Lintas Kalsel, Pemkab Barito Kuala dan Pemkab Tapin.

Adapun rekayasa dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, sekaligus memastikan pekerjaan perbaikan oprit jembatan dapat berjalan tanpa mengganggu arus kendaraan secara keseluruhan.

Dari tiga lokasi pekerjaan, Jembatan Sungai Pelukan Besar mendapat perlakuan khusus karena direncanakan ditutup sementara selama pekerjaan berlangsung.

Lantas sebagai ganti, arus kendaraan akan dialihkan melalui jembatan bailey (detour) secara bergantian. Sedangkan kendaraan besar (roda enam keatas) diimbau menggunakan Jalan Ahmad Yani sebagai jalur alternatif.

Sementara rambu dan petunjuk lalu lintas akan dipasang di sejumlah titik strategis seperti Simpang Handil Bakti, Bundaran Jembatan Rumpiang, serta sebelum dan sesudah lokasi pekerjaan.

Jembatan Sungai Pelukan Besar yang dibangun menggunakan APBN 2017 mengalami kerusakan oprit cukup parah, dan telah mengalami perbaikan sementara di akhir 2025. 

Penyebab utama kerusakan adalah penurunan timbunan oprit akibat kondisi tanah dasar berupa tanah lunak atau gambut. Fenomena penurunan bahkan sudah terjadi sejak tahap pelaksanaan pembangunan.

Persoalan oprit bukan hanya terjadi kepada Jembatan Sungai Pelukan Besar. Sebelumnya juga terjadi kerusakan oprit Underpass Bima Talenta, Underpass BMB, dan Underpass Datuk Muning.

Ketiga underpass tersebut dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan pertambangan batubara di pertengahan 2018.