Karhutla di Jejangkit Meluas, Julong Group Bersama Polres Batola dan Relawan Berjibaku Hingga Malam

Seiring peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Barito Kuala (Batola), Julong Group Region Kalimantan Selatan juga terus berjibaku membantu pemadaman di lahan masyarakat Kecamatan Jejangkit.

Aug 8, 2026 - 14:40
Aug 8, 2026 - 16:19
Karhutla di Jejangkit Meluas, Julong Group Bersama Polres Batola dan Relawan Berjibaku Hingga Malam
Satgas Karhutla Julong Group melakukan pemadaman karhutla di lahan masyarakat Kecamatan Jejangkit. Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Seiring peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Barito Kuala (Batola), Julong Group Region Kalimantan Selatan juga terus berjibaku membantu pemadaman di lahan masyarakat Kecamatan Jejangkit.

Satgas Karhutla Julong Group bersama Polres Batola dan relawan setempat bergerak melakukan pemadaman di sejumlah titik api yang tersebar di Desa Jejangkit Timur, Jejangkit Barat, Cahaya Baru dan Sampurna.

Kondisi lahan yang kering ditambah cuaca panas dan angin membuat api cepat menjalar. Pemadaman pun harus dilakukan secepatnya, sebelum kobaran mencapai area yang lebih luas.

Setelah kobaran berhasil dikendalikan, mereka tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan dilakukan untuk memastikan bara api benar-benar mati dan tidak kembali memicu kebakaran.

“Kami bersama pihak terkait terus melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik api. Upaya ini dilakukan agar api tidak meluas dan dapat segera dikendalikan,” papar Manajer SSL Julong Group Kalsel, Muhammad Musafak, Sabtu (08/08/2026).

Satgas Karhutla Julong Group menurunkan puluhan personel yang dilengkapi berbagai peralatan pemadam. Mereka juga menggunakan drone untuk pemantauan lebih luas, sehingga pergerakan si jago merah dapat diantisipasi.

Sementara Polres Batola juga mendatangkan sejumlah personel yang langsung dipimpin Kabag Ops Kompol Suroto dan Kasat Samapta AKP Maryono.

Sejumlah personel Polres Batola juga diturunkan untuk membantu pemadaman karhutla di Jejangkit. Foto: Istimewa

Bahkan Kapolres Batola AKBP Susilawati juga langsung memberikan arahan di lapangan, sekaligus memantau langsung proses pemadaman.

Tidak cuma siang hari, pemadaman juga dilakukan hingga malam hari, terutama terhadap titik api yang mendekati pemukiman penduduk.

"Pemadaman malam hari butuh effort lebih karena jarak pandang terbatas. Kemudian kondisi medan di lokasi kebakaran cukup menyulitkan pergerakan personel dan peralatan," jelas Musafak.

Karhutla di Jejangkit semestinya menjadi perhatian serius Pemkab Batola, karena dapat memberikan dampak lebih luas apabila tidak segera ditangani. 

Selain merusak vegetasi dan ekosistem, asap yang ditimbulkan juga berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarajat.

"Kami berharap masyarakat tetap waspada dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Dalam kondisi kering seperti sepakarang, api dapat dengan cepat merambat," tambah Kapolres Batola melalui Kasi Humas Iptu Budi Mego Santoso.

"Bagaimanapun penanganan karhutla tidak hanya bergantung kepada petugas, karena juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat," tutupnya.

Satgas Karhutla Julong Group melakukan pemadaman karhutla di lahan masyarakat Kecamatan Jejangkit. Foto: Istimewa