Resmi Latih Barito Putera, Inilah Rekor Menarik Hendri Susilo
Pelatih baru Barito Putera, Hendri Susilo, punya catatan rekor pribadi yang menarik.
KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Pelatih baru Barito Putera, Hendri Susilo, punya catatan rekor pribadi yang menarik.
Hendri Susilo resmi diumumkan dan meneken kontrak sebagai pelatih Barito Putera di Pegadaian Championship 2026/2027, Sabtu (08/08/2026) malam. Pria 60 tahun ini ditunjuk menggantikan Stefano 'Teco' Cugurra.
"The new chapter starts. Hendri Susilo hadir dengan pengalaman, mental kompetitif, dan ambisi besar," demikian keterangan resmi dalam siniar Barito Putera.
"Musim lalu ia menjadi satu satunya pelatih lokal di kasta tertinggi Indonesia dan membawa timnya bersaing di papan atas. Kini waktunya membuka lembaran baru bersama Laskar Antasari," tambah keterangan tersebut.
Penunjukan itu menjadi catatan tersendiri untuk Hendri, Sejak mengundurkan diri sebagai pemain dan alih profesi menjadi juru taktik, sosok kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, ini tidak pernah menganggur.
Sejak dipercaya menukangi Timnas Indonesia U-17 di Pra Piala Asia 2005 hingga sekarang membesut Barito Putera, maka total 21 tahun Hendri menekuni profesi kepelatihan.
Dalam rentang dua dasawarsa, mantan striker Pelita Jaya ini meniti karier dari bawah. Usai memoles Timnas Indonesia U-17 selama tiga tahun, Hendri Susilo memimpin PON Jakarta dalam rentang 2008 hingga 2009.
Persisam Samarinda (sekarang Bali United) menjadi klub profesional pertama yang memakai jasa Hendri sejak 2009. Diketahui Hendri juga pernah memperkuat Persisam sebagai pemain di Liga Indonesia.
Kemudian Hendri kembali ke Jakarta untuk menjadi asisten pelatih Benny Dolo di Persija Jakarta mulai 2011 hingga 2013. Hendri juga ikut Benny Dolo yang melatih Sriwijaya FC. Selama dua tahun pula, Hendri menjadi deputi pelatih.
Hubungan Hendri dengan Benny memang dekat. Benny adalah pelatih yang mendatangkan Hendri dari PSP Padang ke Pelita Jaya di pertengahan 1986.
Selama dilatih Benny Dolo, Hendri bertransformasi menjadi striker tajam. Inilah yang membuat Hendri dipanggil ke Timnas Indonesia dalam periode 1991 hingga 1993.
Salah satu kompetisi yang diikuti adalah Piala Presiden Korea Selatan 1991 bersama pemain-pemain seperti Mustaqim, Robby Darwis, Aji Santoso dan Fachry Husaini.
Seusai melatih Sriwijaya FC, Hendri Susilo sempat berpetualang ke Nusa Tenggara Barat dengan menukangi PS Sumbawa Barat sejak 2015 hingga 2017. Berikutnya Hendri berpindah-pindah memegang klub di Sumatera.
Mulai PSPS Pekanbaru, Persiraja, dan Semen Padang. Prestasi terbaik adalah mempromosikan Persiraja ke Liga 1 2020.
Dalam perjalanan karier, Hendri Susilo juga akrab dengan pemecatan, meski juga sosok penyelamat klub dari degradasi. Semen Padang dan Sriwijaya FC pernah dientaskan dari ancaman kurang degradasi.
Kemudian di Liga 2 2023/2024, Hendri Susilo membangun PSBS. Pun kebersamaan dengan PSBS tak berlangsung lama, kendati klub berjuluk Badai Pasifik ini menjuarai Liga 2 sekaligus promosi ke Liga 1 2024/2025.
Namun tak butuh lama, Hendri dipinang Malut United (sekarang Java United) sejak 24 Juli 2025 untuk berkompetisi di Super League 2025/2026.
Hendri pun mampu membuktikan diri sebagai pelatih lokal yang mampu bersaing di tengah gempuran juru taktik asing di Super League 2025/2026.
Bersama Hendri Susilo, Malut United finis di peringkat keenam klasemen akhir dengan 53 poin, mengoleksi 15 kemenangan, delapan kali imbang, dan 11 kekalahan.
Rata-rata poin Malut di angka 1,56 per pertandingan. Sementara ditilik dari produktivitas, mereka menjadi terbaik kedua dengan 68 gol di bawah Borneo FC.
"Menjadi pelatih kepala Barito Putera adalah tanggung jawab besar. Musim kemarin saya harus bersaing dengan banyak pelatih, termasuk pelatih-pelatih asing," ungkap Hendri dalam pernyataan pertama sebagai pelatih Barito.
"Namun saya percaya kesempatan bukan diberikan karena nama yang besar, melainkan karena visi, misi, kerja keras dan keyakinan," tutupnya.
Hendri akan dibantu Isnan Ali sebagai asisten pelatih, Muhammad Hadi yang ditunjuk menjadi pelatih kiper dan Frans Sinatra Huwae selaku direktur teknik.

