PKS Batola Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Banjir di Mandastana

DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Barito Kuala (Batola) menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak banjir.

Jan 11, 2026 - 23:15
Jan 12, 2026 - 09:16
PKS Batola Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Banjir di Mandastana
Menggunakan perahu karet, DPD PKS Batola menerobos banjir untuk memberikan bantuan kepada warga terdampak di Mandastana. Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Barito Kuala (Batola) menunjukkan kepedulian terhadap warga terdampak banjir.

Mereka menyalurkan bantuan kemanusiaan ke sejumlah desa di Kecamatan Mandastana seperti Bangkit Baru, Tanipah, Puntik Luar, dan Puntik Tengah, Minggu (11/01/2026).

Penyerahan bantuan dilakukan langsung Ketua DPD PKS Batola, Revdha Kurniawan, didampingi H Taufik Rahman selaku Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) DPD PKS Batola yang juga anggota DPRD Kalimantan Selatan. 

Juga berhadir Halimah yang merupakan anggota DPRD Batola dari Fraksi PKS. Ini merupakan bentuk solidaritas, mengingat sejatinya Halimah terpilih di Dapil Batola 1 (Bakumpai, Kuripan, Tabukan, Barambai, dan Marabahan).

Bantuan yang disalurkan berupa 200 paket bahan pokok untuk warga terdampak, dan mengalami keterbatasan aktivitas akibat genangan air yang belum surut. 

Penyerahan bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, dari DPD PKS Batola. Foto: Istimewa

“Kami ingin memastikan warga tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini. Kehadiran kami bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga mendengar langsung keluhan dan kebutuhan warga,” papar Revdha Kurniawan.

Sementara Taufik Rahman menegaskan bahwa penanganan banjir membutuhkan kolaborasi semua pihak, baik pemerintah daerah, legislatif, maupun elemen masyarakat. 

"Kami berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban warga sambil menunggu kondisi kembali normal," sambungnya.

Warga pun menyambut baik kehadiran dan bantuan yang diberikan. Terlebih bantuan dari pemerintah setempat terbilang masih minim.

Mereka berharap perhatian terhadap kondisi banjir di Mandastana terus berlanjut, termasuk upaya penanganan jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang.