Polda Kalsel Gelar Operasi Keselamatan Intan 2026, Fokus Edukasi Jelang Mudik

Selama 14 hari kedepan, Ditlantas Polda Kalimantan Selatan menggelar Operasi Keselamatan Intan 2026.

Feb 2, 2026 - 17:50
Feb 3, 2026 - 01:51
Polda Kalsel Gelar Operasi Keselamatan Intan 2026, Fokus Edukasi Jelang Mudik
Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Fahri Siregar memasang pita kepada personel yang akan bertugas selama Operasi Keselamatan Intan 2026. Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Selama 14 hari kedepan, Ditlantas Polda Kalimantan Selatan menggelar Operasi Keselamatan Intan 2026.

Berlangsung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, Operasi Keselamatan Intan 2026 diawali apel gelar pasukan, Senin (02/02/2026). 

Juga dilaksanakan 13 Satlantas Polres, Operasi Keselamatan Intan 2026 menjadi bagian dari cipta kondisi untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, terutama menjelang arus mudik lebaran 2026.

Sama seperti sebelumnya, pelaksanaan operasi lebih mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi berlalu lintas. 

Sementara penegakan hukum hanya dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, serta menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis maupun mobile.

"Sebanyak 32 ETLE akan dioperasikan selama Operasi Keselamatan Intan 2026. Ini belum termasuk 6 ETLE yang segera diaktifkan di Balangan," jelas Dirlantas Polda Kalsel, Kombes Pol Fahri Siregar, dikutip dari Antara.

"Langkah preemtif dan preventif juga dilakukan melalui edukasi maupun sosialisasi kepada masyarakat, sehingga kesadaran berlalu lintas meningkat dan angka kecelakaan dapat ditekan," imbuhnya.

Sementara dalam rangka persiapan mudik, telah dilakukan survei jalan di 13 kabupaten dan kota. Survei bertujuan memastikan kesiapan perlengkapan keselamatan jalan, termasuk rambu, marka, dan kondisi jalur rawan kecelakaan.

Polda Kalsel bersama instansi terkait juga menggelar ramp check terhadap angkutan umum. Pemeriksaan ini difokuskan pengawasan dan pengendalian kesiapan armada.

"Adapun untuk menekan risiko kecelakaan, pengguna jalan agar menerapkan konsep Tiga Siap. Mulai dari siap diri yang berarti kondisi fisik dan mental harus prima," beber Fahri.

"Kemudian siap kendaraan yang meliputi kelayakan jalan, serta rem, lampu dan ban berfungsi baik. Terakhir siap aturan dengan menyiapkan surat kendaraan lengkap dan mematuhi rambu lalu lintas," tutupnya.