Program MBG Kembali Disorot, 40 Siswa SMPN 33 Banjarmasin Alami Gejala Keracunan

Puluhan murid SMP Negeri 33 Banjarmasin dilarikan ke Puskesmas Basirih Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan, setelah diduga mengalami gejala keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (21/10/2025).

Oct 21, 2025 - 19:41
Oct 21, 2025 - 23:48
Program MBG Kembali Disorot, 40 Siswa SMPN 33 Banjarmasin Alami Gejala Keracunan
Sebanyak 40 siswa SMPN 33 Banjarmasin dibawa ke puskesmas, setelah mengalami gejala seperti mual, muntah, hingga diare, Selasa (21/10/2025). Foto: IDN Times

KABARKALSEL.COM, BANJARMASIN - Puluhan murid SMP Negeri 33 Banjarmasin dilarikan ke Puskesmas Basirih Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan, setelah diduga mengalami gejala keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (21/10/2025).

Sejumlah siswa terlihat lemas dan mengeluh sakit perut, pusing, hingga diare. Mereka secara bergantian mendapat perawatan medis dari petugas puskesmas.

Setelah dilakukan pendataan, terdapat sebanyak 40 siswa yang mengeluhkan gejala serupa. Setelah mendapatkan perawatan singkat, mereka lantas diperbolehkan pulang.

Namun dari hasil investigasi yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Banjarmasin, mayoritas siswa mengalami mual-mual dan diare sebelum MBG diterima.

Adapun menu MBG yang disajikan meliputi nasi putih, ayam saus asam manis, oseng wortel dan jagung, tahu tepung, dan buah anggur.

"Memang semua diduga keracunan MBG. Namun belum bisa dipastikan, karena beberapa anak mengalami gejala tersebut sebelum makanan dibagikan," tukas Plt Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama, dikutip dari Antara.

"Lalu setelah ditelusuri, gejala yang dialami siswa juga bervariasi. Di antara mereka merasakan gejala sejak malam kemarin, kemudian sebagian merasakan hal serupa sebelum MBG dibagi," tambahnya.

Hal tersebut dikuatkan keterangan salah seorang siswa SMPN 33 Banjarmasin bernama Muhammad Afriasnyah. Siswa kelas VII ini mengaku mual dan sakit perut sebelum menerima MBG.

"Belum sempat makan MBG, tapi tiba-tiba perut sakit dan mual. Sebelumnya saya sarapan udang di rumah," beber Afriansyah seusai dirawat di Puskesmas Basirih Baru.

Untuk memetik kesimpulan, Dinas Kesehatan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel MBG yang diambil.

Pun Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin, memutuskan menyetop sementara penyaluran MBG sampai hasil uji laboratorium resmi keluar. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian agar kasus serupa tidak terulang di sekolah lain.

Selain SMPN 33, sekolah penerima manfaat MBG yang disetop sementara adalah SDN Telaga Biru 1, SDN Pelambuan 1, SDN Pelambuan 2, SDN Pelambuan 4, SMP Negeri 4, SMP Negeri 12, SMP Negeri 25 dan SMP Negeri 33. 

"Kami tunggu hasil uji klinis dulu sebelum dilanjutkan," tegas Yamin yang turun langsung meninjau kondisi puluhan siswa SMPN 33 Banjarmasin.

"MBG tetap menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan gizi dan kualitas belajar siswa. Namun keselamatan dan kesehatan anak-anak tetap prioritas utama," sambungnya.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Banjarmasin diinstruksikan agar melakukan investigasi menyeluruh. Kemudian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan guru pengawas di sekolah juga akan dimintai keterangan mendalam.

"Tentunya sekolah dan guru harus menjadi pengawas pertama yang menjamin keamanan makanan. Kami juga minta SPPG lebih disiplin dalam penyajian, Jangan memasak malam untuk makanan yang disajikan siang," tutup Yamin.