Puncak Hari Jadi ke-75 Kalsel, Dari Tari Kolosal Meratus hingga Penyerahan Puluhan Penghargaan
Kemeriahan seni dan budaya mewarnai puncak Hari Jadi ke-75 Kalimantan Selatan yang untuk kali pertama digelar di Kompleks Perkantoran Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Kamis (14/08/2025).
KABARKALSEL.COM, BANJARBARU - Kemeriahan seni dan budaya mewarnai puncak Hari Jadi ke-75 Kalimantan Selatan yang untuk kali pertama digelar di Kompleks Perkantoran Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Kamis (14/08/2025).
Diawali dengan penampilan sinoman hadrah dan bakuntau untuk menyambut kedatangan Gubernur H Muhidin, Wakil Gubernur H Hasnuryadi Sulaiman, dan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Muhammad Syarifuddin,
Mengenakan pakaian adat bernuansa biru muda, mereka didampingi Ketua TP PKK Hj Fathul Jannah, Ketua BKOW drg Ellyana Trisya, dan Ketua DWP Masrupah.
Juga berhadir ratusan tamu undangan di antaranya Gubernur Kalsel periode 2016-2024 H Sahbirin Noor bersama sang istri Hj Raudatul Jannah, Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar Siddiq, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, unsur Forkopimda Kalsel, dan para bupati/wali kota.
Pemandangan yang mengharukan juga terlihat, ketika Muhidin langsung menyambangi Sahbirin di kursi VIP, lalu saling berpelukan dengan hangat.
Selanjutnya ditampilkan tari kolosal berjudul Meratus Jiwanya Borneo yang dipersembahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) UPTD Taman Budaya Kalsel.
Kemudian dilakukan penyerahan penghargaan kepada kabupaten/kota, instansi, dan tokoh. Di antaranya penyelesaian pembentukan Koperasi Merah Putih tercepat yang diraih Banjar.
Selain kinerja pemerintahan, penghargaan juga menyentuh sektor lain. Seperti PT Jhonlin Agro Raya yang menerima Zero Accident Award, sementara PT Hasnur Riung Sinergi memperoleh penghargaan Program P2HIV/AIDS.
Sektor pertanian juga mendapat panggung dengan UPP-BPP Liang Anggang, Gapoktan Pelita, dan Koperasi Banua Bersinar dinobatkan sebagai insan pertanian berprestasi.
Sedangkan BUMDes Wake Perkasa Abadi dari Hulu Sungai Tengah terpilih sebagai BUMDes terbaik. Adapun Desa Wayau (Tabalong) dan Kelurahan Mentaos (Banjarbaru) menjadi pemenang lomba desa dan kelurahan.
Juga diserahkan penyerahan kepada keluarga mendiang Riduan Anwar yang merupakan pencipta logo Kalsel. Riduan sendiri adalah seorang pelukis dan veteran di bidang penerangan yang berasal dari Hulu Sungai Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Muhidin menegaskan bahwa Kalsel memiliki kapasitas menjadi provinsi yang unggul, sejahtera, dan kondusif.
“Optimisme itu bukan angan-angan. Semua sudah dibuktikan dari ketahanan pangan yang kuat, peningkayan kualitas SDM, hingga prestasi di tingkat nasional dan internasional,” ungkap Muhidin.
Muhidin juga membeberkan sejumlah capaian strategis yang dinilai sebagai modal politik dan ekonomi. Salah satunya menjadi provinsi tercepat dalam mengusulkan RPJMD 2025–2029.
Kemudian mengangkat Geopark Meratus menjadi UNESCO Global Geopark, memperoleh predikat pelayanan prima, dan meraih apresiasi Ombudsman RI sebagai gubernur pertama atas program Desa Anti Maladministrasi.
Namun Muhidin tak menutup mata kepada tantangan yang masih membayangi seperti kebakaran hutan dan lahan, stunting, narkoba, peningkatan mutu pendidikan, dan pemberdayaan UMKM.
“Bencana banjir sudah dilalui bersama, tapi karhutla mengintai. Saya meminta semua kepala daerah, TNI, dan Polri bergerak cepat. Kemudian kepada masyarakat, jangan membuka dengan membakar,” tegas Muhidin.
Di sisi lain, Muhidin juga menegaskan komitmen untuk memenuhi janji-janji politik bersama Hasnuryadi Sulaiman. Salah satunya pembangunan stadion bertaraf internasional dan Jembatan Pulau.
"Target cetak sawah yang sudah mencapai 14.500 hektare dari target 30.000 hektare adalah langkah nyata yang akan menjadikan Kalsel sebagai provinsi dengan pencetakan sawah terbesar hingga 2026," beber Muhidin.
Muhidin juga memaparkan pencapaian Kalsel yang telah membentuk 2.013 Koperasi Merah Putih, memberikan sertifikat halal gratis kepada UMKM menjelang kewajiban label halal mulai 2026, dan menghadirkan Pusat Layanan Kemasan.
“Sesuai tema Hari Jadi ke-75, bagawi tuntung mengingatkan seluruh pihak untuk menuntaskan kerja-kerja pembangunan. Kemudian banua bauntung berarti pembangunan harus bermanfaat bagi rakyat," jelas Muhidin.
"Selanjutnya rakyat himung mencerminkan kesejahteraan, ketenteraman, dan kemakmuran. Mari menularkan semangat kerja bersama dan rangkul semua demi Kalsel tercinta,” pungkasnya.