Puncak Momen 5 Rajab di Sekumpul, Truk Dilarang Melintasi Martapura-Banjarbaru Selama Lima Hari

Selama lima hari puncak Momen 5 Rajab atau haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul), seluruh truk maupun angkutan berat dilarang melintas di Martapura dan Banjarbaru.

Nov 26, 2025 - 23:53
Nov 27, 2025 - 01:11
Puncak Momen 5 Rajab di Sekumpul, Truk Dilarang Melintasi Martapura-Banjarbaru Selama Lima Hari
Situasi rekayasa lalu lintas yang dilakukan Ditlantas Polda Kalsel menjelang haul ke-20 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul) beberapa waktu lalu. Foto: Antara

KABARKALSEL.COM, MARTAPURA – Selama lima hari puncak Momen 5 Rajab atau haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul), seluruh truk maupun angkutan berat dilarang melintas di Martapura dan Banjarbaru.

Adapun larangan melintas berlaku sejak H-2 hingga H+2. Kebijakan ini diberlakukan demi mengantisipasi lonjakan kendaraan, sekaligus mencegah kemacetan parah di kawasan hulu Martapura.

Keputusan itu pun telah disepakati dalam rapat koordinasi yang digelar Ditlantas Polda Kalimantan Selatan bersama Pemkab dan Dinas Perhubungan Banjar, serta Tim Induk Sekumpul, Rabu (26/11/2025).

"Selama periode larangan, hanya pengangkut sembako dan BBM yang boleh beroperasi," papar Kasat PJR Ditlantas Polda Kalsel Kompol Gustaf Adolf Mamuaya

"Namun bertepatan dengan hari H, kendaraan pengangkut sembako dan BBM tetap tidak diperbolehkan melintas di jalur utama. Petugas akan mengalihkan mereka ke jalur alternatif," imbuhnya.

Selain sterilisasi truk maupun angkutan berat, juga telah disiapkan rekayasa lalu lintas besar-besaran, terutama untuk mengurai kepadatan jamaah. 

Berita Terkait:

Sambut Momen 5 Rajab di Sekumpul, Pemprov Kalsel Rehabilitasi Ruas Jalan Martapura Lama

Dukung Kelancaran Haul Guru Sekumpul, Julong Group Bersihkan Bahu Jalan Sungai Bamban-Jejangkit Pasar

Khusus arus kedatangan yang diperkirakan mulai padat pukul 16.00 hingga 18.00 Wita, jemaah tetap dapat memanfaatkan jalur normal.

Namun situasi lalu lintas berubah drastis ketika jamaah mulai pulang, “Mulai pukul 20.00 hingga 04.00 Wita akan diberlakukan one way total,” tukas Gustaf.

Menuju arah Banjarmasin, diberlakukan one way dari Bundaran Simpang Empat Banjarbaru hingga depan Kota Citra Graha (KCG) di Liang Anggang.

Selanjutnya di KCG, arus akan dipecah. Jemaah yang pulang ke Barito Kuala, Tapin dan seterusnya, diarahkan melalui Jalan Gubernur Syarkawi. Sedangkan jemaah yang mengarah ke Banjarmasin, tetap melalui Jalan Ahmad Yani.

Untuk jemaah yang akan pulang ke Tapin, Hulu Sungai Selatan dan seterusnya via Jalan Ahmad Yani, diberlakukan one way dari Sekumpul hingga Simpang Bungur di Tapin. 

Kemudian setelah pukul 24.00 Wita, jalur one way di Jalan Ahmad Yani menuju Tapin dipersempit hingga perbatasan Banjar saja.

Stiker Parkir

Pembagian stiker parkir berwarna merah, kuning, dan biru kembali menjadi instrumen penting untuk mencegah silang arus kendaraan jamaah.

“Posisi kantong parkir menentukan arah keluar jemaah. Kalau mereka melanggar, silang arus kendaraan berpotensi memicu kemacetan panjang,” tegas Gustaf.

Selain stiker parkir, jemaah diimbau tidak terburu-buru pulang dan tetap mematuhi jalur yang ditentukan agar terhindar dari silang arus.

“Keselamatan harus diutamakan. Jangan sampai parkir di bahu jalan, terutama di jalur utama karena pasti akan derek,” beber I Gusti Nyoman Yudiana, Kepala Dinas Perhubungan Banjar.

Berita Terkait:

Antisipasi Jutaan Jamaah, Polda Kalsel Minta 300 Personel BKO dari Mabes Polri

Ratusan Posko Kesehatan Disiagakan Jelang Haul ke-21 Guru Sekumpul

"Pun selama menjelang dan puncak kegiatan, seluruh rekayasa akan dipantau secara real time agar arus jemaah dan pengguna jalan tetap terkendali," sambungnya.

Upaya lain yang dilakukan agar tidak terjadi kemacetan adalah penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dan gangguan sosial di titik-titik rawan. Operasi ini bahkan dilakukan beberapa hari sebelum pelaksanaan.

"Kami menurunkan 200 personel ditambah dukungan Satlinmas desa sekitar 250 orang. Jumlah personel juga akan ditambah Satpol PP Pemprov Kalsel," jelas Yudi Andrea, Plt Kasatpol PP Banjar.

"Masalah utama yang sering dikeluhkan jemaah adalah PKL berjualan di badan jalan, sehingga menghambat arus pergerakan. Padahal jalan sudah kecil dan jemaah yang hadir jutaan," tandasnya.