Sebelum Dilaporkan Hilang di Mantewe Tanbu, Helikopter EastIndo Air Berasap dan Terbang Rendah

Sebelum dilaporkan hilang di Kecamatan Mantewe, Tanah Bumbu (Tanbu), Senin (01/09/2025), helikopter EastIndo Air sempat mengeluarkan asap putih dan terbang rendah sebelum jatuh di kawasan pegunungan.

Sep 2, 2025 - 18:21
Sep 7, 2025 - 02:17
Sebelum Dilaporkan Hilang di Mantewe Tanbu, Helikopter EastIndo Air Berasap dan Terbang Rendah
Tim SAR melakukan operasi pencarian jalur udara di lokasi terakhir helikopter EasIndo Air hilang kontak. Foto: SAR Banjarmasin

KABARKALSEL.COM, BATULICIN - Sebelum dilaporkan hilang di Kecamatan Mantewe, Tanah Bumbu (Tanbu), Senin (01/09/2025), helikopter EastIndo Air sempat mengeluarkan asap putih dan terbang rendah sebelum jatuh di kawasan pegunungan.

Situasi tersebut dilaporkan guru dan anak-anak sekolah setempat kepada Basarnas Banjarmasin yang sedang melakukan pencarian.

“Sejumlah guru dan anak-anak sekolahmelihat langsung helikopter terbang rendah dan mengeluarkan asap," papar Kepala Basarnas Banjarmasin, I Putu Sudayana, dikutip dari Antara, Selasa (02/09/2025).

"Kesaksian tersebut sudah melewati titik pertama, setelah helikopter hilang kontak dari flight radar,” sambungnya.

SAR gabungan akan mendalami informasi terbaru tersebut melalui udara dan darat. Diketahui SAR darat telah berjalan kaki ke arah gunung yang diduga titik terakhir helikopter mengeluarkan asap.

“SAR gabungan akan berupaya menembus akses jalan di hutan hingga menuju ke balik gunung. Semoga mereka bisa menemukan akses jalan,” tutur Putu.

Sementara Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Banjarmasin, Arianto, di Posko 2 Desa Gunung Raya, Tanbu menjelaskan pencarian masih berlangsung di bawah hujan.

“Dua Search and Rescue Unit (SRU) ini menyisir ke titik koordinat yang sudah ditetapkan untuk area pencarian. Sampai sekarang belum terlihat tanda-tanda fisik helikopter yang hilang,” jelasnya.

SRU darat berjumlah 80 orang yang sendiri terdiri atas SAR Banjarmasin, Batalyon 828 Tanbu, Lanud Syamsudin Noor, Brimob dan Samapta Polda Kalsel, serta BPBD Kalsel dan Tanbu.

Baca Juga: Helikopter EastIndo Air Hilang Kontak di Mantewe Tanbu, Pencarian Mulai Dilakukan

Juga bergabung relawan sebanyak 20 personel dari Mapala Graminea Faperta, Mapala Piranha FPIK, Mapala Fakultas Teknik, dan Sylva Fakultas Kehutanan, semuanya dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Kemudian sejumlah kelompok masyarakat relawan seperti Gajah Rescue BPKP Sedap, Borneo Rescue dan Sekumpul Depan Banjarbararu.

Sementara dari udara, pencarian dibantu 2 helikopter. Salah satunya unit milik BNPB yang sebelumnya difungsikan memantau kebakaran hutan dan lahan.

"Sesuai standar operasional prosedur, status tanggap darurat selama 7 terhitung sejak dilaporkan hilang. Kalau belum menemui hasil, operasi pencarian dinyatakan selesai. Boleh saja diperpanjang, tapi permintaan dari agen,” tutup Arianto.

Helikopter tipe BK117 D3 itu mengangkut 8 penumpang termasuk pilot dan engineer. Mereka adalah (captain) Haryanto, (engineering) Hendra Darmawan, Mark Werren, Yudi Febrian, Andys Rissa Pasulu, Santha Kumar, Claudine Quito, dan Iboy Irfan Rosa.

Berangkat dari Bandara Gusti Sjamsir Alam Kotabaru pukul 07.46 WIB, helikopter dijadwalkan tiba di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya pukul 09.15 WIB.

Namun sekitar pukul 08.54 Wita, helikopter kehilangan kontak dan tidak lagi dapat dihubungi AirNav Kotabaru, Banjarmasin, Balikpapan maupun Palangka Raya.

Diperkirakan lokasi hilang kontak berada di sekitar Air Terjun Mandin Damar yang berjarak sekitar 71,5 Kilometer dari Unit Siaga SAR Batulicin.