Sepekan Banjir Banjar, Lebih 122 Ribu Jiwa Terdampak

Setelah lebih dari sepekan, banjir yang melanda Banjar berdampak kepada lebih dari 122 ribu jiwa.

Jan 6, 2026 - 20:43
Jan 7, 2026 - 01:44
Sepekan Banjir Banjar, Lebih 122 Ribu Jiwa Terdampak
Bupati Banjar Saidi Mansyur bersama relawan mendatangi rumah warga yang terdampak banjir sambil memberikan bantuan berupa sembako. Foto: Media Center Banjar

KABARKALSEL.COM, MARTAPURA - Setelah lebih dari sepekan, banjir yang melanda Banjar berdampak kepada lebih dari 122 ribu jiwa.

Banjir yang terjadi di Banjar tercatat melanda 9 kecamatan dengan 121 desa/kelurahan. Selain 13.732 rumah tinggal, banjir juga menggenangi 141 sekolah, 131 tempat ibadah, 18 kantor, 96 fasilitas umum, 18 jembatan dan 3.451 hektare sawah.

"Data terakhir menunjukkan banjir meluas hingga 9 kecamatan dengan total 43.469 kepala keluarga atau sekitar 122.353 jiwa," papar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar, Wasis Nugraha, dikutip dari Media Center Banjar, Selasa (07/01/2025).

Untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir terpenuhi, Pemkab Banjar mengoptimalkan distribusi bantuan melalui dapur umum resmi yang dikelola Dinas Sosial Kalimantan Selatan dan Dinas Sosial P3AP2KB Banjar.

"Sekarang dapur umum telah telah beroperasi di Kecamatan Sungai Tabuk dan Martapura Barat,” tambah Wasis.

Pemkab Banjar juga merencanakan penambahan dapur umum di Kantor Dinas Sosial P3AP2KB yang akan melayani warga di Kecamatan Martapura dan sekitarnya.

Sementara distribusi bantuan dilakukan melalui penyaluran makanan siap saji ke lokasi-lokasi pengungsian, serta bantuan logistik dari BPBD berupa paket sembako yang meliputi beras, gula, minyak goreng, dan ikan kaleng.

“Bantuan disalurkan secara rutin melalui kolaborasi Bupati Banjar Saidi Mansyur, jajaran satuan organisasi perangkat daerah, relawan, dan berbagai elemen masyarakat,” tambah Wasis.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Banjar, Yudi Andrea, memastikan status tanggap darurat bencana banjir hingga 12 Januari 2026.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Banjar telah menyiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana, selain anggaran yang tersedia di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Pemkab Banjar tidak kekurangan anggaran. Dengan perubahan status kebencanaan, kami juga dapat membuka akses bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat. InsyaAllah anggaran tercukupi,” tegas Yudi.

Juga terus dilakukan evaluasi terhadap pendistribusian logistik agar bantuan tidak menumpuk di satu titik, dan dapat merata ke seluruh wilayah terdampak.

“Kami berkomitmen untuk terus memperbarui data, mempercepat distribusi bantuan, serta memastikan masyarakat terdampak memperoleh perlindungan dan pelayanan maksimal selama masa tanggap darurat,” tutup Yudi.