Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Ulu Benteng Batola Tanam Sawit di Jalan Rusak

Sebagai bentuk protes, warga RT 03 Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Barito Kuala (Batola) menanam pohon sawit dan sirsak di Jalan Putri Junjung Buih yang rusak, Kamis (06/11/2025).

Nov 6, 2025 - 17:32
Nov 6, 2025 - 20:50
Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Ulu Benteng Batola Tanam Sawit di Jalan Rusak
Sebagai bentuk protes, warga RT 03 Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, menanam pohon sawit dan sirsak di Jalan Putri Junjung Buih yang rusak, Kamis (06/11/2025). Foto: Istimewa

KABARKALSEL.COM, MARABAHAN - Sebagai bentuk protes, warga RT 03 Kelurahan Ulu Benteng, Kecamatan Marabahan, Barito Kuala (Batola), menanam pohon sawit dan sirsak di Jalan Putri Junjung Buih yang rusak, Kamis (06/11/2025).

Setidaknya selama setahun terakhir, jalan tersebut berlubang-lubang dengan kedalaman antara 10 hingga 25 sentimeter. Sedangkan panjang jalan rusak mencapai sekitar 1 kilometer.

Akibatnya jalanan becek dan tergenang ketika diguyur hujan. Sebaliknya kalau kering, debu dari jalanan mengotori fasilitas umum dan rumah warga. 

Baca Juga:

Dukung Pelaksanaan Haul Guru Sekumpul, Gubernur Kalsel Jamin Kesiapan Empat Dapur Umum

Perbaikan Jalan di Jejangkit Batola Dikebut Demi Kelancaran Haul Abah Guru Sekumpul

Terlebih kendaraan yang melintas bukan cuma milik masyarakat umum, melainkan pengangkut buah sawit masyarakat maupun perusahaan dan material lain. Pun tidak satu dua pejabat daerah yang sehari-hari melintasi jalan tersebut.

Oleh karena tidak kunjung diperbaiki, warga akhirnya memutuskan menanam sebatang pohon sawit dan sirsak di jalanan yang rusak. 

Ditanam tepat di depan Langgar Miftahul Jannah, juga terpampang selembar karton bertuliskan 'Terima Kasih Kami Menerima Debunya'.

"Tidak hanya rumah warga, langgar kami juga terdampak debu. Rata-rata dalam sehari, kami harus dua kali membersihkan debu yang mengotori lantai langgar," papar Muzakir, salah seorang warga.

Selain becek dan kotor, jalan rusak tersebut sudah banyak memakan korban, khususnya pengguna sepeda motor. Bahkan beberapa waktu lalu, seorang pemotor meninggal dunia. Foto: Istimewa

"Kalau bisa secepatnya diperbaiki, karena sudah setahun kami menerima debu saja. Makanya karena sudah lama menunggu, akhirnya masyarakat bersepakat lebih baik jalan ditanami saja," sambungnya.

Selain becek dan kotor, jalan rusak tersebut sudah banyak memakan korban, khususnya pengguna sepeda motor. Bahkan beberapa waktu lalu, seorang pemotor meninggal dunia.

"Terus terang kami kecewa, karena kerusakan jalan terkesan dibiarkan. Terlebih sudah banyak masyarakat yang tasumbalit (terjatuh) di jalan, hingga bahkan meninggal dunia," tegas warga lain bernama Rahmadi.

Baca Juga:

Pemprov Kalsel Siap Fasilitasi Penegasan Ulang Batas Administratif HST dan Kotabaru

Dibagi Tanpa Persetujuan, Masyarakat Adat Meratus di HST Minta Tinjau Ulang Tapal Batas

"Memang pernah sekali ditutupi dengan batu, cuma masih alakadar karena tanpa pengerasan. Padahal jalan ini menghubungkan antarkecamatan dan antarprovinsi," sambungnya. 

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Batola, Akhdiyat Sabari, ketika dikonfirmasi terpisah menjelaskan perbaikan Jalan Putri Jungjung Buih sudah masuk APBD 2025.

"Kerusakan Jalan Putri Jungjung Buih telah masuk anggaran 2025. Bahkan kontraktor pelaksana sudah tanda tangan kontrak," ungkap Akhdiyat.